Perpres Ditjen Pesantren Disahkan, Kemenag Siapkan Struktur dan SDM
Pemerintah resmi menandatangani Perpres pembentukan Ditjen Pesantren. Kemenag kini mematangkan struktur organisasi dan menyiapkan SDM untuk operasional.
RINGKASAN BERITA:
- Perpres pembentukan Ditjen Pesantren resmi ditandatangani pemerintah.
- Struktur Ditjen mencakup lima direktorat strategis untuk pendidikan dan pemberdayaan.
- Kemenag siapkan SDM berpengalaman untuk mendukung operasional.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Langkah penguatan kelembagaan pendidikan Islam kian konkret setelah pemerintah resmi menandatangani Peraturan Presiden tentang pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren.
Kebijakan ini menjadi tonggak baru dalam pengelolaan dan pengembangan pesantren di Indonesia.
Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi'i, memastikan bahwa regulasi tersebut saat ini tinggal menunggu proses pengundangan.
“Perpres tentang Direktorat Jenderal Pesantren sudah ditandatangani. Saat ini sedang dalam tahap telaah di Sekretariat Umum untuk segera diundangkan ke dalam Lembaran Negara. Kehadiran Ditjen Pesantren adalah sebuah keniscayaan mengingat besarnya populasi pesantren, jumlah santri, hingga peran strategis para kiai bagi bangsa ini,” ujarnya dikutip dari laman Kemenag, Jumat (3/4/2026).
Pembentukan Ditjen Pesantren di bawah Kementerian Agama ini diproyeksikan memiliki lima direktorat strategis yang saling terintegrasi.
Struktur tersebut mencakup bidang pendidikan muadalah, ma’had aly, pendidikan diniyah, pemberdayaan pesantren, hingga pengembangan dakwah.
Menurut Wamenag, struktur organisasi dirancang secara komprehensif agar mampu menjawab kompleksitas kebutuhan pesantren di seluruh Indonesia.
"Struktur ini dirancang sedemikian rupa agar kerja Ditjen Pesantren bisa maksimal. Jika salah satu unsur ini tidak ada, maka gerak organisasi akan pincang dalam melayani kebutuhan pesantren yang sangat kompleks," tuturnya.
Selain organisasi, perhatian juga diberikan pada kesiapan sumber daya manusia.
Kementerian Agama diminta segera menyiapkan proses rekrutmen agar operasional Ditjen Pesantren dapat berjalan optimal sejak awal.
Muhammad Syafi’i menekankan pentingnya menempatkan figur yang memiliki pengalaman langsung di dunia pesantren, khususnya untuk bidang kurikulum dan pengasuhan.
"Untuk urusan kurikulum dan pengasuhan asrama, harus diisi oleh orang-orang yang benar-benar memahami 'ruh' pesantren. Sementara untuk bidang seperti pemberdayaan, kita bisa melibatkan tenaga ahli yang kompeten di bidangnya," ujar dia.
Sejumlah pejabat Kemenag turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Staf Khusus Menteri Agama Nona Gayatri Nasution, Staf Ahli Faisal Ali Hasyim, serta jajaran tenaga ahli lainnya.
Dengan terbentuknya Ditjen Pesantren, pemerintah optimistis kualitas pendidikan pesantren akan semakin meningkat, tidak hanya dalam aspek intelektual, tetapi juga dalam penguatan nilai spiritual generasi muda. (*)


