Bupati Bengkalis: Ada Jual Beli Kursi Saat SPMB, Kepsek Bakal Disanksi
Bupati Bengkalis Kasmarni menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk kecurangan dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027. Peringatan tersebut disampaikan saat melantik 215 kepala sekolah TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Bengkalis.
RINGKASAN BERITA:
- Bupati Bengkalis menegaskan kebijakan zero tolerance terhadap praktik jual beli kursi, pungli, dan titip-menitip dalam PPDB 2026/2027.
- Sebanyak 215 kepala sekolah TK, SD, dan SMP resmi dilantik untuk memperkuat tata kelola pendidikan di Kabupaten Bengkalis.
- Kepala sekolah diminta mengelola anggaran secara transparan serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berkarakter.
RIAUCERDAS.COM, BENGKALIS - Komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk menjaga integritas dunia pendidikan kembali ditegaskan menjelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027.
Bupati Bengkalis Kasmarni menyatakan tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik jual beli kursi, pungutan liar, maupun titip-menitip siswa dalam proses penerimaan murid baru.
Penegasan itu disampaikan Kasmarni saat melantik dan mengambil sumpah jabatan 215 kepala sekolah tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Bengkalis di Ruang Pertemuan Dang Merdu, Kantor Bupati Bengkalis, Senin (8/6/2026).
Dalam arahannya, Kasmarni memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan PPDB yang akan segera berlangsung.
Ia meminta seluruh kepala sekolah yang baru dilantik menjalankan proses penerimaan siswa secara objektif, transparan, dan berkeadilan.
Menurutnya, integritas dalam PPDB menjadi salah satu tolok ukur kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.
Karena itu, pemerintah daerah akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran yang ditemukan.
"Saya sampaikan pesan ini dengan sangat tegas. Apabila di kemudian hari ditemukan atau terbukti adanya praktik jual beli kursi, pungutan liar (pungli), atau titip-menitip dalam proses PPDB, maka kepala sekolah yang bersangkutan akan langsung kami berikan sanksi tegas sesuai aturan kepegawaian yang berlaku. Tidak ada toleransi!" tegas Kasmarni.
Selain memberikan peringatan terkait PPDB, Bupati Bengkalis juga mengingatkan bahwa jabatan kepala sekolah merupakan amanah besar yang tidak hanya berkaitan dengan administrasi pendidikan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi daerah.
"Amanah yang Bapak/Ibu emban ini bukan hanya sebagai administrator pendidikan, tetapi juga sebagai pemimpin yang menentukan arah dan kualitas masa depan generasi Kabupaten Bengkalis," tuturnya.
Kasmarni meminta seluruh kepala sekolah segera beradaptasi dengan lingkungan tugas masing-masing serta membangun komunikasi yang baik dengan guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, orang tua murid, dan masyarakat.
Ia juga mendorong para kepala sekolah untuk memahami berbagai potensi dan tantangan yang ada di lingkungan sekolah, kemudian menghadirkan solusi melalui inovasi, kerja keras, dan kolaborasi.
"Kenali setiap potensi dan persoalan yang ada di sekolah masing-masing, lalu hadirkan solusi melalui kerja keras, inovasi, dan kolaborasi. Jadilah pemimpin yang tegas dalam prinsip, disiplin dalam bekerja, namun tetap humanis dalam melayani," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kasmarni turut menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung pembentukan karakter peserta didik.
Ia juga mengingatkan agar pengelolaan anggaran sekolah dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, seluruh dana pendidikan merupakan amanah negara dan masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan dengan baik.
"Jangan pernah menyalahgunakan kewenangan yang diberikan. Setiap rupiah yang dikelola merupakan amanah negara dan amanah masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan. Jangan ada lagi pungutan-pungutan yang tidak memiliki dasar hukum. Jaga marwah sekolah dan nama baik Pemerintah Kabupaten Bengkalis," tambahnya.
Meski memberikan sejumlah penekanan, Kasmarni mengaku optimistis terhadap kemampuan para kepala sekolah yang baru dilantik.
Ia menilai mereka merupakan figur yang dipilih berdasarkan kompetensi, integritas, dan rekam jejak kinerja yang baik.
Karena itu, ia berharap kepercayaan yang diberikan dapat diwujudkan melalui pelayanan pendidikan yang berkualitas dan tata kelola sekolah yang bersih.
Menutup sambutannya, Kasmarni mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam membangun pendidikan di Kabupaten Bengkalis.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat secara luas.
"Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Mari bersama-sama kita menjaga marwah pendidikan Kabupaten Bengkalis, melahirkan sekolah-sekolah yang unggul, serta menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan," pungkasnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis Ersan Saputra, Kepala BKPP Djamaludin, Kepala Dinas Pendidikan Hadi Prasetyo, perwakilan Kodim 0303 Bengkalis, Kejaksaan Negeri Bengkalis, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis. (*)