Hotspot Riau Naik Tajam, 229 Titik Terdeteksi dalam 24 Jam

Jumlah hotspot di Riau melonjak menjadi 229 titik per Minggu pagi. BMKG mencatat lonjakan terbesar terjadi di Bengkalis dan mengingatkan potensi karhutla masih tinggi.

Hotspot Riau Naik Tajam, 229 Titik Terdeteksi dalam 24 Jam
Tim gabungan tengah melakukan penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Bengkalis. Minggu (15/2/2026), data BMKG menunjukkan hotspot terbanyak ada di Bengkalis. (Sumber: BPBD Bengkalis)

RINGKASAN BERITA:

  • Hotspot naik dari 29 menjadi 229 titik, menunjukkan risiko karhutla kembali meningkat.
  • Sebaran hotspot didominasi Kabupaten Bengkalis dengan lebih dari 200 titik.
  • BMKG mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan membakar dan meningkatkan pengawasan wilayah rawan.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Lonjakan titik panas kembali terjadi di Provinsi Riau.

Data terbaru menunjukkan peningkatan drastis jumlah hotspot hanya dalam rentang satu hari, memicu kekhawatiran meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan pembaruan Minggu (15/2/2026) pukul 07.00 WIB, total hotspot di Riau mencapai 229 titik.

Angka ini melonjak tajam dibandingkan sehari sebelumnya, Sabtu (14/2/2026) pukul 07.00 WIB, yang tercatat hanya 29 titik. 

Dengan demikian, terjadi penambahan 200 titik panas dalam waktu 24 jam.

Secara regional, jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 285 titik.

Dari total tersebut, Riau menjadi provinsi dengan sebaran titik panas terbanyak dibanding wilayah lain di Sumatera.

Sanya G, Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, menyebutkan mayoritas hotspot terkonsentrasi di Kabupaten Bengkalis dengan 206 titik. 

Sementara itu, sebaran lainnya berada di Kabupaten Pelalawan sebanyak 8 titik, Kabupaten Siak 7 titik, Kabupaten Kepulauan Meranti 4 titik, Kabupaten Indragiri Hilir 2 titik, serta masing-masing 1 titik di Kota Dumai dan Kabupaten Indragiri Hulu.

Kenaikan jumlah hotspot ini terjadi setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan akibat meningkatnya potensi hujan di beberapa wilayah.

Namun, lonjakan terbaru menunjukkan kondisi rawan karhutla masih belum sepenuhnya terkendali.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi seperti Bengkalis.

Pengawasan terpadu juga dinilai penting untuk menekan potensi kebakaran sejak dini. (*)