Sudah 250 Guru PAUD Inhil Lolos Beasiswa RPL, Bunda PAUD Dorong Peningkatan Kualifikasi Pendidik
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui program Beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Bunda PAUD Inhil menilai peningkatan kompetensi guru dan dukungan orang tua menjadi fondasi utama membangun generasi berkarakter.
RINGKASAN BERITA:
- Pemda Inhil membuka akses beasiswa RPL S1/D4 bagi guru PAUD formal dan nonformal
- Sebanyak 250 guru PAUD telah dinyatakan lulus seleksi beasiswa RPL
- Orang tua ditegaskan sebagai faktor kunci pendukung keberhasilan PAUD
RIAUCERDAS.COM, TEMPULING - Upaya peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Indragiri Hilir terus diperkuat melalui peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Bunda PAUD Inhil, Katerina Susanti Herman, menegaskan bahwa kualitas lembaga PAUD sangat ditentukan oleh kesiapan dan kualifikasi para gurunya.
Hal tersebut disampaikan Katerina Susanti saat melakukan kunjungan ke TK Negeri Pembina Tempuling, Kamis (5/2/2026).
Dalam kesempatan itu, ia mendorong para guru PAUD untuk aktif mengikuti pelatihan, workshop, dan seminar guna meningkatkan kapasitas profesional sekaligus menjadi inspirasi bagi peserta didik.
Menurut Katerina, komitmen peningkatan kompetensi guru sejalan dengan kebijakan Pemerintah Daerah Inhil yang membuka akses Beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) jenjang S1 dan D4 bagi guru PAUD formal maupun nonformal.
“Program beasiswa RPL memungkinkan guru PAUD melanjutkan pendidikan dengan pengakuan atas pengalaman kerja dan pembelajaran sebelumnya, sehingga masa studi dapat dipersingkat,” jelasnya.
Ia menyebutkan, hingga saat ini sebanyak 250 guru PAUD di Indragiri Hilir telah dinyatakan lulus seleksi Beasiswa RPL.
Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi guru lainnya untuk terus mempersiapkan diri pada seleksi berikutnya.
“Bagi yang belum lulus, jangan berkecil hati. Terus tingkatkan kapasitas diri dan manfaatkan peluang ini untuk meningkatkan kualifikasi, sehingga layanan pendidikan bagi generasi kita semakin baik,” pesan Katerina.
Selain peran guru, Katerina yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Inhil menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter dan perkembangan anak.
“Orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak. Pendampingan, perhatian, serta keharmonisan keluarga sangat menentukan tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Dengan kolaborasi antara guru, orang tua, pemerintah, dan lembaga pendidikan, Katerina berharap kualitas pendidikan anak usia dini di Indragiri Hilir terus meningkat dan melahirkan generasi muda yang cerdas serta berkarakter. (*)