Tak Hanya Juara, Atlet Kini Bisa Raih S2–S3 Lewat Beasiswa Keolahragaan
Pemerintah membuka peluang baru bagi insan olahraga untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Melalui Beasiswa Keolahragaan hasil kolaborasi Kemenpora dan LPDP, atlet, mantan atlet, serta tenaga keolahragaan berkesempatan menempuh studi magister dan doktor, baik di dalam maupun luar negeri, sebagai bagian dari penguatan SDM olahraga nasional.
RINGKASAN BERITA:
- Kemenpora bekerja sama dengan LPDP membuka Beasiswa Keolahragaan untuk jenjang S2 dan S3.
- Program menyasar atlet, mantan atlet, serta tenaga profesional di bidang olahraga.
- Pendaftaran rekomendasi dibuka akhir Januari hingga awal Februari 2026.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Kesempatan berkarier di dunia olahraga kini tidak hanya terbuka di arena pertandingan.
Tahun ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meluncurkan Beasiswa Bidang Keolahragaan yang memberikan akses pendidikan jenjang magister (S2) dan doktor (S3) bagi atlet dan pelaku olahraga.
Program ini merupakan hasil kolaborasi Kemenpora dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam rangka membangun sumber daya manusia olahraga yang unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Melalui skema beasiswa tersebut, pemerintah ingin memastikan bahwa atlet dan insan olahraga memiliki masa depan yang kuat, tidak hanya ketika aktif berprestasi, tetapi juga setelah fase kompetisi berakhir.
Beasiswa Keolahragaan ditujukan kepada dua kelompok utama, yakni atlet dan mantan atlet berprestasi, serta tenaga keolahragaan yang selama ini berperan dalam pembinaan dan pengembangan olahraga nasional.
Tenaga keolahragaan mencakup berbagai profesi strategis, mulai dari pelatih, wasit, tenaga medis olahraga, psikolog olahraga, ilmuwan olahraga, analis performa, hingga perancang kebijakan olahraga prestasi.
Program beasiswa disalurkan melalui dua jalur, yaitu Jalur Peningkatan Prestasi dan Jalur Penghargaan Prestasi.
Jalur Peningkatan Prestasi diperuntukkan bagi warga negara Indonesia yang aktif berkecimpung di bidang keolahragaan.
Sementara Jalur Penghargaan Prestasi ditujukan kepada atlet dan mantan atlet elit dengan capaian kelas dunia.
Pendanaan diberikan untuk studi magister dengan durasi maksimal 24 bulan dan doktor hingga 48 bulan, baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri, sesuai ketentuan LPDP.
Bidang studi yang dapat dipilih disesuaikan dengan latar belakang dan kebutuhan penerima, antara lain ilmu keolahragaan, kepelatihan, kebugaran, fisiologi olahraga, psikologi olahraga, manajemen olahraga, hingga hukum olahraga.
Khusus Jalur Peningkatan Prestasi, beasiswa difokuskan pada seluruh rumpun ilmu dan teknologi keolahragaan.
Sementara Jalur Penghargaan Prestasi membuka peluang studi yang lebih luas sesuai daftar program afirmasi LPDP.
Selain biaya pendidikan, penerima beasiswa juga memperoleh dukungan biaya hidup bulanan, transportasi, asuransi kesehatan, pendanaan riset tesis atau disertasi, serta bantuan publikasi jurnal internasional.
Untuk peserta Jalur Penghargaan Prestasi, LPDP turut menyediakan Program Pengayaan Bahasa sebagai bekal sebelum memulai perkuliahan.
Pendaftaran rekomendasi Beasiswa Keolahragaan dijadwalkan berlangsung pada akhir Januari hingga awal Februari 2026 melalui laman sitenor.id.
Hasil rekomendasi Kemenpora direncanakan diumumkan pada Februari 2026, sebelum peserta mengikuti tahapan seleksi LPDP.
Dokumen yang harus disiapkan meliputi data kependudukan, riwayat pendidikan, rencana studi, serta bukti prestasi olahraga yang telah diverifikasi induk organisasi resmi.
Atlet berprestasi internasional wajib melampirkan surat keterangan perolehan medali dari KOI atau NPCI.
Sementara atlet berprestasi nasional harus menyertakan surat keterangan dari KONI atau induk organisasi terkait.
Tahapan seleksi dimulai dari pengajuan rekomendasi ke Kemenpora, dilanjutkan dengan proses seleksi LPDP yang mencakup seleksi administrasi, tes bakat skolastik, dan seleksi substansi.
Lebih dari sekadar bantuan pendidikan, Beasiswa Keolahragaan diposisikan sebagai investasi jangka panjang negara dalam memperkuat fondasi olahraga prestasi.
Pemerintah menegaskan seluruh proses dilaksanakan secara transparan dan akuntabel, dengan menitikberatkan pada rekam jejak prestasi serta komitmen pengembangan diri calon penerima.
Melalui program ini, atlet dan pelaku olahraga diharapkan mampu berkembang tidak hanya sebagai juara di lapangan, tetapi juga sebagai profesional dan akademisi yang berkontribusi bagi kemajuan olahraga Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (*)
Berikut Komponen Biaya Beasiswa Keolahragaan yang diberikan :