Indonesia dan Thailand Perkuat Kerja Sama Pendidikan, Guru dan Murid Bakal Ikut Program AI
Kemendikdasmen dan Pemerintah Thailand sepakat memperbarui kerja sama pendidikan yang akan ditandatangani pada Agustus 2026. Kesepakatan ini membuka peluang pertukaran guru dan murid, pelatihan AI, publikasi akademis, hingga penguatan diplomasi pendidikan melalui program Darmasiswa.
RINGKASAN BERITA:
- Indonesia dan Thailand sepakat memperbarui kerja sama pendidikan dengan penandatanganan MoU pada Agustus 2026.
- Guru dan murid akan memperoleh kesempatan mengikuti pertukaran, pelatihan AI, serta kolaborasi akademik.
- Kerja sama juga mencakup pengakuan kualifikasi pendidikan, penelitian, beasiswa, dan penguatan diplomasi pendidikan melalui program Darmasiswa.
RIAUCERDAS.COM, SINGAPURA - Indonesia dan Thailand menyepakati pembaruan kerja sama pendidikan yang akan memberikan peluang lebih besar bagi guru dan murid untuk mengikuti program pertukaran, pelatihan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), serta kolaborasi akademik.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral di sela Sidang Menteri Pendidikan ASEAN ke-14 (14th ASEAN Education Ministers Meeting/ASED) di Hotel Shangri-La, Singapura, Rabu (22/7/2026).
Pertemuan mempertemukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dengan Menteri Pendidikan Thailand, Prasert Jantararuangtong.
Melalui kerja sama yang diperbarui itu, kedua negara akan memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, mulai dari pertukaran murid dan guru, pelatihan AI, pertukaran publikasi akademis, hingga penguatan diplomasi pendidikan melalui program Darmasiswa yang ditawarkan Pemerintah Indonesia.
Abdul Mu’ti menjelaskan pembaruan perjanjian dilakukan karena masa berlaku kerja sama sebelumnya telah berakhir, meskipun berbagai program pendidikan antara kedua negara tetap berjalan.
Menurutnya, kesepakatan baru akan lebih menitikberatkan pada manfaat langsung bagi guru dan murid, terutama dalam meningkatkan wawasan global serta kemampuan di bidang teknologi digital.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 bertepatan dengan kunjungan Menteri Pendidikan Thailand ke Indonesia.
"Kami bertemu Menteri Pendidikan Tailan untuk membahas kerja sama antara Indonesia dengan Tailan yang memang sudah sekian lama perjanjian itu berakhir masa berlakunya, walaupun program kerja sama tetap aktif berjalan. Tadi disepakati untuk bulan depan akan ada penandatanganan kerja sama untuk memperkuat program pertukaran guru, pertukaran murid juga tentang pembelajaran AI, hingga pelatihan mengenai AI," terang Abdul Mu'ti dalam rilis, Jumat (24/7/2026).
Sementara itu, Menteri Pendidikan Thailand Prasert Jantararuangtong menyambut positif pembaruan kemitraan tersebut.
Ia mengatakan kerja sama akan mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, hingga pendidikan vokasi.
Menurut Prasert, kerja sama tersebut juga membuka peluang kolaborasi dalam pengakuan kualifikasi pendidikan, penelitian, dan penyediaan beasiswa bersama antara Thailand dan Indonesia.
"Kami percaya bahwa Kesepakatan Bersama (MoU) ini menjadi langkah penting. Kami tidak hanya dapat saling bertukar pengetahuan akademis di berbagai jenjang pendidikan hingga vokasi, tetapi juga terkait pengakuan kualifikasi, penelitian, dan penyediaan beasiswa bersama tetangga kami di ASEAN, Indonesia," ujar Prasert Jantararuangtong.
Melalui pembaruan kerja sama ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman belajar yang selaras dengan perkembangan zaman, memperluas kesempatan bagi guru dan murid mengembangkan kompetensi, serta memperkuat diplomasi pendidikan antara Indonesia dan Thailand. (*)