Stop Bullying, Mahasiswa Kukerta Unri Edukasi Siswa SD di Rambah Samo
Mahasiswa Kukerta Universitas Riau menggelar edukasi anti-bullying di SD Negeri 015 Rambah Samo serta sosialisasi anti-hoaks dan pelatihan Canva di SMP Negeri 4 Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu. Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung Pendidikan Berkualitas melalui penguatan karakter dan literasi digital siswa.
RINGKASAN BERITA:
- Mahasiswa Kukerta Unri menggabungkan edukasi anti-bullying, sosialisasi anti-hoaks, dan pelatihan Canva dalam satu rangkaian program di Rokan Hulu.
- Siswa SD dibekali pendidikan karakter untuk mencegah perundungan, sedangkan siswa SMP mendapat penguatan literasi digital dan keterampilan desain.
- Program merupakan bagian dari kontribusi Kukerta Unri dalam mendukung SDGs Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pengabdian kepada masyarakat.
RIAUCERDAS.COM, ROKAN HULU - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) menggabungkan pendidikan karakter dan literasi digital dalam program pengabdian di Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Selama dua hari, 8–9 Juli 2026, mahasiswa memberikan edukasi anti-bullying kepada siswa sekolah dasar.
Mereka juga membekali pelajar sekolah menengah pertama dengan pemahaman mengenai bahaya hoaks dan keterampilan menggunakan aplikasi Canva.
Program yang dilaksanakan di SD Negeri 015 Rambah Samo dan SMP Negeri 4 Rambah Samo tersebut merupakan bagian dari kegiatan Kukerta yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Ketua Kukerta Universitas Riau Desa Marga Mulya, Teuku Farrel Firjatullah Tandy, mengatakan kegiatan itu dirancang sebagai kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembentukan karakter dan penguatan literasi digital.
"Melalui sosialisasi anti-bullying, edukasi anti-hoaks, dan pelatihan Canva, kami berharap siswa tidak hanya memiliki karakter yang lebih baik, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara bijak serta mengembangkan kreativitas yang bermanfaat bagi proses pembelajaran," ujarnya.
Di SD Negeri 015 Rambah Samo, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pengertian perundungan, berbagai bentuk bullying, dampak terhadap korban maupun pelaku, serta langkah-langkah pencegahannya.
Edukasi dikemas melalui diskusi, tanya jawab, permainan edukatif, dan studi kasus sederhana agar materi lebih mudah dipahami siswa.
Kepala SD Negeri 015 Rambah Samo, Heri Sutikno, SE., S.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai relevan dalam membangun karakter peserta didik serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Sementara itu, di SMP Negeri 4 Rambah Samo, mahasiswa memfokuskan kegiatan pada penguatan literasi digital melalui sosialisasi anti-hoaks.
Siswa dikenalkan dengan ciri-ciri informasi palsu, dampak penyebaran hoaks, serta cara memverifikasi informasi melalui sumber yang terpercaya sebelum membagikannya.
Selain itu, mahasiswa juga mengadakan pelatihan penggunaan aplikasi Canva.
Dalam sesi praktik, siswa diperkenalkan dengan fitur-fitur dasar untuk membuat presentasi, poster, dan media pembelajaran, kemudian didampingi secara langsung saat membuat desain kreatif.
Kepala SMP Negeri 4 Rambah Samo, Shohib Budiman, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam mengenali informasi yang valid sekaligus meningkatkan kemampuan memanfaatkan teknologi secara kreatif.
Seluruh rangkaian kegiatan mendapat sambutan positif dari guru maupun peserta didik.
Para siswa mengikuti setiap sesi dengan antusias, mulai dari diskusi, permainan edukatif, hingga praktik desain menggunakan Canva.
Dosen Pembimbing Lapangan Kukerta Unri, Deby Kurnia, S.P., M.Si., mengatakan program Kukerta merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah.
Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan agar mampu mendukung peningkatan pengetahuan, pembentukan karakter, serta keterampilan peserta didik sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian SDGs, khususnya tujuan Pendidikan Berkualitas. (rls)