Kenalkan Briket Arang dari Pelepah Sawit, Mahasiswa Kukerta Unri Buka Peluang Usaha Warga Kulim Jaya
Mahasiswa Kukerta Universitas Riau mengedukasi masyarakat Desa Kulim Jaya, Kabupaten Indragiri Hilir, untuk mengolah pelepah kelapa sawit menjadi briket arang. Inovasi ini diharapkan mampu mengurangi limbah perkebunan sekaligus menciptakan peluang usaha berbasis potensi lokal.
RINGKASAN BERITA:
- Mahasiswa Kukerta Unri melatih masyarakat mengolah pelepah kelapa sawit menjadi briket arang bernilai ekonomi.
- Penyuluhan dilengkapi demonstrasi pembuatan briket mulai dari pengolahan bahan hingga proses pengeringan.
- Program diharapkan mengurangi limbah perkebunan sekaligus menciptakan peluang usaha baru berbasis potensi lokal.
RIAUCERDAS.COM, INDRAGIRI HILIR - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (Unri) mendorong pemanfaatan limbah perkebunan di Desa Kulim Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir.
Hal itu dilakukan melalui penyuluhan pembuatan briket arang berbahan pelepah kelapa sawit.
Program ini ditujukan untuk membuka peluang ekonomi baru sekaligus mengurangi limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Penyuluhan bertajuk "Pemanfaatan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Briket Arang" digelar di Kantor Desa Kulim Jaya pada Rabu (22/7/2026) dan diikuti masyarakat, perangkat desa, serta kelompok tani.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan pelepah kelapa sawit sebagai bahan baku briket arang yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomi.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti demonstrasi pembuatan briket, mulai dari proses pengolahan bahan baku, pencampuran, pencetakan hingga pengeringan.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Ketua Kelompok Kukerta Unri Desa Kulim Jaya, Gaga Rajabi, mengatakan penyuluhan tersebut merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal.
"Pelepah kelapa sawit merupakan limbah perkebunan yang jumlahnya sangat melimpah, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui penyuluhan ini, kami ingin memberikan wawasan kepada masyarakat bahwa pelepah kelapa sawit dapat diolah menjadi briket arang yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi peluang usaha baru sekaligus membantu mengurangi limbah perkebunan di Desa Kulim Jaya," ujar Gaga Rajabi.
Sementara, Kepala Desa Kulim Jaya, Almizon, S.Kom., mengapresiasi inisiatif mahasiswa Kukerta Unri yang dinilai memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah perkebunan menjadi produk bernilai ekonomi.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan Kukerta Unri, M. Yogi Riyantama Isjoni, berharap ilmu yang diberikan selama penyuluhan dapat diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan maupun peningkatan perekonomian desa.
Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa Kukerta Unri Desa Kulim Jaya yang berasal dari berbagai program studi.
Terdiri atas Gaga Rajabi (Agroteknologi), Magdalena Nadapdap (Teknologi Hasil Perikanan), M. Adrian Maulana (Pendidikan Bahasa Inggris), Rifa Aska Aulya (Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini), Tory Brando Sinaga (Budidaya Perairan), dan Amelia Rizkynta Boru Meliala (Manajemen).
Lalu, Rafael Chasyanova (Pendidikan Masyarakat), Aulia Tri Halimah (Pendidikan Masyarakat), Adelina Novriyanti Sibarani (Akuntansi), dan Ari Ramadhan (Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi)..
Menutup kegiatan, Gaga Rajabi berharap inovasi pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi briket arang dapat terus dikembangkan sebagai usaha berbasis potensi lokal yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat Desa Kulim Jaya semakin memahami pentingnya pemanfaatan limbah perkebunan secara bijaksana serta mampu mengembangkan pelepah kelapa sawit menjadi briket arang yang bernilai ekonomis, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Kami juga berharap inovasi ini dapat mendorong tumbuhnya peluang usaha berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan," tutup Gaga Rajabi. (rls)