Kukerta Unri Digitalisasi Desa Tameran, Fasilitas Umum dan UMKM Kini Mulai Masuk Google Maps

Mahasiswa Kukerta Universitas Riau Berdampak 2026 melakukan digitalisasi informasi wilayah Desa Tameran, Kecamatan Bengkalis, dengan mendaftarkan fasilitas umum dan UMKM ke Google Maps. Program ini diharapkan mempermudah akses informasi sekaligus memperluas promosi usaha masyarakat.

Kukerta Unri Digitalisasi Desa Tameran, Fasilitas Umum dan UMKM Kini Mulai Masuk Google Maps
Mahasiswa Kukerta Unri mendaftarkan fasilitas umum dan UMKM Desa Tameran ke Google Maps untuk mempermudah akses informasi. (Sumber: Kelompok Kukerta Unri Desa Tameran, Bengkalis)

RINGKASAN BERITA:

  • Mahasiswa Kukerta Unri mendaftarkan fasilitas umum dan UMKM Desa Tameran ke Google Maps untuk mempermudah akses informasi.
  • Program diawali dengan survei lapangan dan pemetaan menggunakan koordinat GPS, meski sempat menghadapi kendala teknis dan keraguan pelaku UMKM.
  • Digitalisasi diharapkan meningkatkan promosi usaha warga sekaligus memperkuat potensi ekonomi dan pelayanan publik di Desa Tameran.

RIAUCERDAS.COM, BENGKALIS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (Unri) Berdampak 2026 mendorong digitalisasi Desa Tameran, Kecamatan Bengkalis, melalui pendataan dan penandaan lokasi fasilitas umum serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di platform Google Maps.

Program ini ditujukan untuk memudahkan masyarakat dan pengunjung mengakses informasi lokasi secara digital.

Ketua Kelompok Kukerta Unri Desa Tameran, M. Dhany Pratama, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu program pengabdian mahasiswa dalam mendukung transformasi digital di tingkat desa.

"Salah satu program yang kami laksanakan selama Kukerta Berdampak 2026 di Desa Tameran adalah penandaan titik lokasi fasilitas desa dan UMKM di Google Maps, agar keberadaannya lebih mudah dikenali dan diakses masyarakat luas," ujar Dhany.

Ia menjelaskan, proses pelaksanaan diawali dengan survei lapangan untuk mendata berbagai fasilitas umum, seperti kantor desa, sekolah, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, hingga lokasi usaha milik warga.

Seluruh titik kemudian dipetakan menggunakan koordinat Global Positioning System (GPS) dan dilengkapi informasi nama, kategori, serta foto sebelum didaftarkan ke Google Maps.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menghadapi sejumlah kendala, di antaranya penolakan titik koordinat oleh sistem Google akibat ketidaksesuaian data maupun kesalahan input.

Selain itu, beberapa pelaku UMKM masih ragu untuk mencantumkan lokasi usahanya di Google Maps.

Meski demikian, tim Kukerta tetap memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat digitalisasi, khususnya dalam meningkatkan akses informasi dan promosi usaha secara daring.

Salah seorang pelaku UMKM Desa Tameran, Jumi, mengaku terbantu dengan pendampingan yang diberikan mahasiswa karena sebelumnya belum mengetahui cara mendaftarkan lokasi usahanya ke Google Maps.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur usaha saya dibantu didaftarkan di Google Maps oleh adik-adik mahasiswa. Semoga dengan begini usaha saya bisa lebih dikenal banyak orang, terutama yang dari luar desa, dan semakin berkembang ke depannya," ujar  Jumi.

Program digitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas Desa Tameran di ruang digital, mempermudah masyarakat luar menemukan fasilitas umum maupun lokasi usaha warga, serta membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan pemasaran.

Kegiatan tersebut juga menunjukkan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan potensi desa, terutama di sektor ekonomi dan pelayanan publik.

Program kerja ini dilaksanakan oleh mahasiswa Kukerta Unri Berdampak 2026 di Desa Tameran di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Dr. Nur Asiah, S.Pi., M.Si., dengan anggota Aria Fitra, Auli Rafida, Louisa Dwi Amanda, Muhammad Dhany Pratama, Nadia Ramadhani, Putri Anisa, Siti Sausan Ulfah, Sri Intan Mestika, Tasya Ritonga, dan Wahyu Ardi. (rls)