Material TMMD Diangkut Lewat Sungai 15 Kilometer, TNI Tembus Medan Sulit

Keterbatasan akses darat membuat Satgas TMMD ke-129 Kodim 0313/KPR mengangkut material bangunan melalui jalur sungai sejauh 15 kilometer menuju Desa Pangkalan Terap, Kabupaten Pelalawan. Langkah ini dilakukan agar pembangunan rumah layak huni dan fasilitas umum tetap berjalan sesuai target. Artikel:

Material TMMD Diangkut Lewat Sungai 15 Kilometer, TNI Tembus Medan Sulit
Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0313/KPR mengangkut material bangunan menggunakan perahu sejauh 15 kilometer karena akses darat tidak dapat dilalui kendaraan berat, Kamis (23/7/2026). (Sumber: Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0313/KPR)

RINGKASAN BERITA:

  • Satgas TMMD ke-129 mengangkut material bangunan menggunakan perahu sejauh 15 kilometer karena akses darat tidak dapat dilalui kendaraan berat.
  • Material yang dibawa akan digunakan untuk pembangunan RTLH dan fasilitas umum di Desa Pangkalan Terap.
  • TNI dan warga bergotong royong membongkar material sebagai wujud kemanunggalan dalam mempercepat pembangunan di daerah terpencil.

RIAUCERDAS.COM, PELALAWAN - Keterbatasan akses transportasi darat tidak menghambat pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0313/KPR di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

Untuk menjaga kelancaran pembangunan, Satgas TMMD harus mengangkut material melalui jalur sungai sejauh 15 kilometer, Kamis (23/7/2026).

Material berupa pasir, keramik, dan tripleks diangkut menggunakan perahu kayu atau pompong dari Kuala Pandu menuju Desa Pangkalan Terap karena kendaraan bermuatan berat tidak dapat melintasi jalur darat menuju lokasi.

Proses distribusi material tersebut membutuhkan kehati-hatian mengingat beban angkut yang cukup berat serta kondisi arus sungai dan cuaca yang berubah-ubah selama perjalanan.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 kilometer melalui jalur perairan, armada pengangkut material tiba dengan selamat di dermaga Desa Pangkalan Terap.

Selanjutnya, personel Satgas TMMD bersama warga bergotong royong membongkar material untuk didistribusikan ke sejumlah sasaran fisik, termasuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan fasilitas umum.

Koordinator Lapangan TMMD ke-129 yang juga Danramil 15/Kuala Kampar, Lettu Inf Feby Harahap, menegaskan tantangan geografis tidak akan menghambat komitmen TNI dalam menuntaskan seluruh sasaran pembangunan.

"Pengangkutan material melalui jalur air sejauh 15 kilometer ini adalah dinamika lapangan yang harus kita taklukkan. Dari Kuala Pandu ke Pangkalan Terap, pasir, keramik, dan tripleks ini kita bawa dengan perahu demi memastikan kebutuhan pembangunan sasaran fisik TMMD tidak terhambat," katanya.

 Kendala geografis bukan halangan. Menurut Lettu Feby, hal ini adalah bentuk dedikasi mereka agar masyarakat Desa Pangkalan Terap bisa segera menikmati fasilitas yang layak.

Kedatangan perahu yang membawa material pembangunan disambut antusias masyarakat Desa Pangkalan Terap.

Warga bersama prajurit TNI langsung membentuk rantai manusia untuk memindahkan pasir dan keramik dari perahu ke daratan.

Gotong royong antara Satgas TMMD dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat distribusi material sekaligus menunjukkan sinergi TNI dengan warga dalam mendukung pemerataan pembangunan di wilayah pelosok. (rls)