Diskominfo Kampar Edukasi Bahaya Gawai dan Media Sosial kepada Siswa Baru SMAN 1 Bangkinang Kota

Diskominfo Kabupaten Kampar memberikan edukasi literasi digital kepada ratusan siswa baru SMAN 1 Bangkinang Kota dalam kegiatan MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027. Materi menekankan bahaya penggunaan gawai berlebihan, etika bermedia sosial, dan pembentukan karakter digital yang bertanggung jawab.

Diskominfo Kampar Edukasi Bahaya Gawai dan Media Sosial kepada Siswa Baru SMAN 1 Bangkinang Kota
Ratusan siswa baru SMAN 1 Bangkinang Kota mendapat edukasi bahaya gawai dan etika bermedia sosial sejak hari pertama MPLS dari Diskominfo Kampar. (Sumber: Diskominfo Kampar)

RINGKASAN BERITA:

  • Ratusan siswa baru SMAN 1 Bangkinang Kota mendapat edukasi bahaya gawai dan etika bermedia sosial sejak hari pertama MPLS.
  • Peserta diajak membuat konten media sosial positif dan menuliskan komitmen penggunaan gawai secara bijak.
  • Diskominfo Kampar menargetkan pembentukan generasi pelajar yang cakap digital, berkarakter, dan bertanggung jawab di ruang digital.

RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Ratusan siswa baru SMA Negeri 1 Bangkinang Kota mendapatkan pembekalan literasi digital sejak hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027.

Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo) Kabupaten Kampar mengangkat tema “Bahaya Gawai dan Bijak Bermedia Sosial” untuk membangun karakter digital yang sehat di kalangan pelajar.

Kegiatan berlangsung di GOR SMA Negeri 1 Bangkinang Kota, Senin (6/7/2026), dengan menghadirkan praktisi teknologi informasi Benny Putra, S.Kom., M.Kom. sebagai narasumber.

Para peserta dibekali pemahaman mengenai literasi digital, etika bermedia sosial, serta dampak penggunaan gawai secara berlebihan.

Kepala SMA Negeri 1 Bangkinang Kota, Muhammadyatim, S.Pd., M.Pd., mengatakan edukasi tersebut menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi digital yang dihadapi generasi muda saat ini.

“Kami ingin seluruh peserta didik memiliki bekal literasi digital dan etika bermedia sosial sejak awal menjadi bagian dari keluarga besar SMA Negeri 1 Bangkinang Kota. Dengan demikian mereka mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkarya, dan berprestasi, bukan sebaliknya,” kata dia.

Dalam sesi penyampaian materi, Benny Putra mengajak siswa berdiskusi mengenai kebiasaan menggunakan media sosial dan menayangkan video reflektif tentang dampak penggunaan gawai tanpa kendali.

Menurutnya, teknologi dapat menjadi sarana belajar dan pengembangan kreativitas apabila digunakan secara tepat.

"Gawai itu seperti pisau bermata dua. Ia bisa menjadi sarana belajar, mencari informasi, dan mengembangkan kreativitas. Namun jika digunakan tanpa kendali, dapat mengganggu kesehatan, prestasi belajar, bahkan hubungan sosial,” ujar Benny.

Ia menjelaskan sejumlah risiko akibat kecanduan gawai, antara lain gangguan kesehatan mata, menurunnya kualitas tidur, berkurangnya konsentrasi belajar, hingga melemahnya kemampuan berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar.

Selain itu, siswa juga dibekali prinsip menjadi warga digital yang bertanggung jawab, seperti berpikir sebelum mengunggah konten, menjaga kerahasiaan data pribadi, memverifikasi informasi sebelum membagikannya, menghindari penyebaran hoaks, serta membangun komunikasi yang santun dan empatik di ruang digital.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui simulasi pembuatan takarir media sosial yang berisi pesan-pesan positif. 

Hasil karya siswa dipresentasikan dan didiskusikan bersama sebagai latihan menciptakan konten edukatif dan inspiratif.

Sebagai penutup, setiap peserta menuliskan satu komitmen pribadi terkait penggunaan gawai dan media sosial secara bijak.

Komitmen tersebut ditempel di dinding kelas sebagai pengingat bersama untuk membangun budaya digital yang sehat dan bertanggung jawab.

Benny berharap edukasi serupa dapat diperluas ke berbagai sekolah sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang cakap digital.

“Membangun keadaban digital memang tidak bisa dilakukan secara instan. Namun apabila dibiasakan sejak peserta didik mulai memasuki lingkungan sekolah, karakter positif dalam memanfaatkan teknologi akan tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat hingga dewasa,” tandasnya.

Melalui kegiatan ini, Diskominfo Kabupaten Kampar bersama SMA Negeri 1 Bangkinang Kota menegaskan komitmen untuk melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan kecakapan digital sebagai bekal menghadapi tantangan menuju Generasi Indonesia Emas 2045. (*)