Disdik Riau Tetapkan Pola Belajar Ramadan 1447 H, Jam Dipersingkat dan Libur Lebaran Diatur

Disdik Provinsi Riau menetapkan pengaturan pembelajaran selama Ramadan 1447 H dengan pemangkasan jam belajar dan penyesuaian aktivitas sekolah. Selain itu, jadwal libur Idulfitri untuk SMA, SMK, dan SLB telah ditetapkan, disertai dorongan penguatan pendidikan karakter berbasis keagamaan.

Disdik Riau Tetapkan Pola Belajar Ramadan 1447 H, Jam Dipersingkat dan Libur Lebaran Diatur
Kepala Dinas Pendidikan Riau saat memimpin apel upacara di SMAN 13 Pekanbaru beberapa waktu lalu. Disdik Riau menetapkan jam belajar selama Ramadan 2026. (Sumber: Pendidikan Riau)

RINGKASAN BERITA:

  • Jam belajar selama Ramadan dipersingkat, maksimal enam jam pelajaran per hari untuk SMA dan SMK.
  • Jadwal libur Idulfitri ditetapkan 16–27 Maret 2026, sekolah kembali aktif pada 30 Maret 2026.
  • Sekolah didorong memperkuat pendidikan karakter, melalui pesantren kilat dan kegiatan keagamaan.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau resmi menetapkan pengaturan pembelajaran selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, sekaligus jadwal libur Hari Raya Idulfitri bagi satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Riau.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Disdik Riau Nomor 100.3.4.1/DISDIK12/2026/44 yang ditetapkan pada 4 Februari 2026.

Aturan ini menjadi acuan sekolah dalam menyesuaikan kegiatan belajar mengajar agar tetap berjalan efektif tanpa mengabaikan kondisi peserta didik yang menjalankan ibadah puasa.

Kepala Disdik Riau, Erisman Yahya, mengatakan pengaturan pembelajaran selama Ramadan bertujuan menjaga keseimbangan antara capaian akademik dan penguatan nilai keagamaan serta karakter siswa.

Ia menjelaskan, selama Ramadan jam belajar akan disederhanakan.

Untuk jenjang SMA dan SMK, sekolah diminta mengatur pembelajaran maksimal enam jam pelajaran per hari, dengan durasi masing-masing 30 menit. 

Sementara itu, pengaturan jam belajar untuk SLB disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik di setiap satuan pendidikan.

Menurut Erisman, penyesuaian waktu belajar dilakukan agar siswa tetap nyaman dan mampu berkonsentrasi selama berpuasa, tanpa mengurangi substansi materi yang disampaikan.

Selain pengaturan jam belajar, Disdik Riau juga mendorong sekolah mengisi Ramadan dengan kegiatan pendidikan karakter berbasis keagamaan.

Berbagai aktivitas seperti pesantren kilat, tadarus Al-Qur’an, serta kegiatan positif lainnya dianjurkan untuk memperkuat keimanan dan akhlak peserta didik.

Dalam surat edaran tersebut, Disdik Riau juga menetapkan jadwal libur pembelajaran.

Libur awal Ramadan berlangsung pada 18–20 Februari 2026, kemudian pembelajaran Ramadan dilaksanakan mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2026. 

Libur Hari Raya Idulfitri ditetapkan pada 16–27 Maret 2026, dan kegiatan belajar mengajar kembali dimulai pada 30 Maret 2026.

Untuk memastikan kebijakan berjalan sesuai ketentuan, Disdik Riau menugaskan pengawas sekolah melakukan pemantauan langsung selama pelaksanaan pembelajaran Ramadan hingga hari pertama masuk sekolah setelah libur Idulfitri.

Erisman mengimbau seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan untuk melaksanakan ketentuan tersebut secara optimal demi kelancaran dan kualitas proses pendidikan selama bulan suci Ramadan. (*)