Bengkalis Terima 485 Mahasiswa Kukerta Unri 2026
Sebanyak 485 mahasiswa Universitas Riau akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak di 48 desa di Kabupaten Bengkalis. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 dan menjadi bukti semakin kuatnya kolaborasi antara Universitas Riau dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mendukung pembangunan desa.
RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 485 mahasiswa Unri ditempatkan di 48 desa di Bengkalis, meningkat tajam dari 108 mahasiswa pada tahun 2025.
- Pemkab Bengkalis berharap mahasiswa menghadirkan program inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat desa.
- Tema “Unri Membangun Kampung” menekankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan mitra pembangunan daerah.
RIAUCERDAS.COM, BENGKALIS - Kabupaten Bengkalis menjadi salah satu daerah dengan penempatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (Unri) terbesar pada tahun 2026.
Sebanyak 485 mahasiswa akan menjalankan program pengabdian masyarakat di 48 desa yang tersebar di wilayah tersebut.
Penerimaan mahasiswa Kukerta Berdampak Unri berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bengkalis, Selasa (23/6/2026).
Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyambut kehadiran ratusan mahasiswa tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Kegiatan itu dihadiri Rektor Unri, Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si., bersama jajaran pimpinan universitas.
Sementara Pemerintah Kabupaten Bengkalis diwakili Sekretaris Daerah dr. Ersan Saputra TH yang menerima langsung peserta Kukerta atas nama Bupati Bengkalis Kasmarni.
Dalam sambutannya yang disampaikan melalui Sekda, Bupati Bengkalis menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program Kukerta Berdampak yang kembali digelar di daerah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kukerta Berdampak Unri.
"Kami berharap kehadiran para mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendorong pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” terang Kasmarni.
Bupati juga mengingatkan mahasiswa agar mampu menjaga nama baik kampus, menghormati nilai dan budaya masyarakat setempat, serta membangun komunikasi yang baik selama menjalankan pengabdian di lapangan.
Dia mengingatkan agar mahasiswa adaptif, kreatif, dan solutif.
Kemudian, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, memahami kebutuhan mereka, dan hadirkan program-program yang memberikan dampak nyata.
"Kami berharap melalui program ini akan lahir berbagai gagasan dan inovasi yang dapat membantu mempercepat pembangunan kampung di Kabupaten Bengkalis,” paparnya.
Sementara itu, Rektor Unri, Prof. Sri Indarti menjelaskan bahwa Kukerta Berdampak Tahun 2026 mengusung tema “Unri Membangun Kampung”.
Tema tersebut mencerminkan komitmen universitas untuk menghadirkan program pengabdian yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Melalui tema Unri Membangun Kampung, kami ingin mendorong mahasiswa untuk hadir sebagai agen perubahan, mitra masyarakat, sekaligus bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan pemerintah daerah. Mahasiswa tidak hanya datang untuk belajar dari masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program pemberdayaan yang berdampak langsung,” terang Sri Indarti.
Menurutnya, jumlah mahasiswa yang ditempatkan di Kabupaten Bengkalis tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2025, Unri menempatkan 108 mahasiswa di daerah tersebut, sedangkan tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 485 mahasiswa.
Jumlah ini menunjukkan besarnya komitmen Unri dalam mendukung pembangunan masyarakat di Kabupaten Bengkalis.
Jika dibandingkan dengan tahun 2025 yang menempatkan 108 mahasiswa, maka pada tahun 2026 terjadi peningkatan yang sangat signifikan.
"Hal ini menunjukkan semakin kuatnya sinergi, kolaborasi, dan kepercayaan yang terbangun antara Universitas Riau dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis,” jelasnya.
Sri Indarti menambahkan, peningkatan jumlah peserta Kukerta menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal di daerah.
Rektor berharap kehadiran 485 mahasiswa ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat desa melalui program-program yang inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan.
Unri, kata dia, berkomitmen untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui pengabdian kepada masyarakat yang berdampak. (*)