Warga Dilatih Olah Sampah Organik Jadi Maggot BSF

BRIN bersama DPC IWAPI Kabupaten Rokan Hilir menggelar bimbingan teknis pengolahan sampah organik menjadi maggot Black Soldier Fly (BSF), membidik kemandirian masyarakat dalam mengelola limbah sekaligus menciptakan sumber pakan ternak bernilai jual.

Warga Dilatih Olah Sampah Organik Jadi Maggot BSF
Suasana Bimtek Pengolahan Sampah menjadi maggot BSF yang diselenggarakan BRIN dan IWAPI Rokan Hilir. (Sumber: Media Center Rohil)

RINGKASAN BERITA: 

  • Teknologi BSF diklaim mampu menekan volume sampah organik secara signifikan sekaligus menghasilkan pakan ternak bernutrisi tinggi—solusi ganda antara lingkungan dan ekonomi
  • Anggota Komisi X DPR RI yang juga Ketua IWAPI Rohil mendorong peserta menjadi "duta lingkungan" yang menyebarkan ilmu ke keluarga dan tetangga
  • Kegiatan ini masuk dalam program resmi BRIN bertajuk PKP RIM, menandakan komitmen negara menghadirkan riset langsung ke tingkat masyarakat daerah.

RIAUCERDAS.COM, BAGANSIAPIAPI - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Dewan Pengurus Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPC IWAPI) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) berkolaborasi menggelar Bimbingan Teknis Pengolahan Sampah Organik menjadi Maggot BSF di Gedung Astaka Taman Budaya, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Peningkatan Kapasitas Penggunaan Riset dan Inovasi Masyarakat (PKP RIM) BRIN, yang dirancang untuk mempertemukan hasil riset dengan kebutuhan nyata di tingkat komunitas.

Asisten I Setdakab Rohil, Rahmatul Zamri, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyambut positif pelaksanaan bimtek ini.

Ia menyebut teknologi Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi yang menjawab dua persoalan sekaligus.

"Teknologi ini mampu menekan volume sampah organik secara signifikan sekaligus menghasilkan pakan ternak bernutrisi tinggi. Ini adalah inovasi tepat guna bagi masyarakat Rohil," ujarnya.

Anggota Komisi X DPR RI yang juga menjabat Ketua IWAPI Rohil, Hj. Dr. Karmilasari, menegaskan bahwa program ini tidak boleh berhenti di ruang pelatihan.

Ia mendorong para peserta untuk menjadi penggerak perubahan di lingkungan terdekat mereka.

"Kami ingin peserta menjadi duta lingkungan. Tularkan ilmu ini ke tetangga dan keluarga. Jika ini dikelola dengan serius, selain lingkungan bersih, ada nilai ekonomi baru dari penjualan maggot sebagai pakan alternatif," kata Karmilasari.

Bimtek ini dihadiri oleh sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemkab Rohil, antara lain Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Kadis Kominfo, Kadis Pariwisata, Kadis Koperasi, serta Kadis Kesehatan.

Turut hadir Camat Bangko, pengurus BKMT PD Rohil, dan puluhan pelaku usaha perempuan dari wilayah setempat.

Melalui program ini, BRIN dan IWAPI Rohil menargetkan terbentuknya kemandirian masyarakat dalam mengolah limbah rumah tangga organik menjadi produk bernilai jual, sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan daerah lewat penyediaan pakan ternak secara mandiri. (*)