Revitalisasi SMK: 1.008 Ruang Praktik Siswa Dibangun,

Kemendikdasmen membangun 1.008 ruang praktik siswa (RPS) melalui program revitalisasi pendidikan vokasi. Upaya ini menjadi langkah strategis meningkatkan kualitas lulusan SMK agar lebih siap menghadapi dunia kerja dan industri.

Revitalisasi SMK: 1.008 Ruang Praktik Siswa Dibangun,
Ilustrasi. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA: 

  • Kemendikdasmen membangun 1.008 ruang praktik siswa untuk mendukung pembelajaran vokasi.
  • Sekitar 60 persen SMK sebelumnya belum memiliki ruang praktik yang memadai.
  • Revitalisasi meningkatkan antusiasme belajar dan kesiapan siswa menghadapi dunia industri.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mendorong peningkatan mutu pendidikan vokasi sebagai langkah strategis menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan adaptif.

Melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan, pemerintah telah membangun dan merenovasi 1.008 ruang praktik siswa (RPS) di berbagai SMK di Indonesia.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung transformasi pembelajaran.

“Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak hanya membangun ruangan, tetapi juga ekosistem pendidikan yang mendorong lingkungan belajar yang nyaman dan aman agar tujuan pendidikan tercapai secara maksimal,” ujarnya dalam informasi tertulis. 

Menurut Tatang, pembangunan RPS menjadi salah satu kunci dalam mendukung pembelajaran vokasional berbasis praktik, seperti project based learning (PBL) dan teaching factory, yang merupakan ciri khas pendidikan di SMK.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini masih sekitar 60 persen SMK yang belum memiliki ruang praktik memadai.

Kondisi tersebut menjadi tantangan utama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi.

“Ruang praktik siswa sangat penting karena menjadi tempat bagi siswa memahami tujuan dan capaian pembelajaran secara langsung,” jelasnya.

Sepanjang 2025, Kemendikdasmen telah merevitalisasi 1.465 SMK dengan total pembangunan 7.586 unit sarana dan prasarana, termasuk ruang kelas, perpustakaan, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Dari jumlah tersebut, 1.008 unit merupakan ruang praktik siswa yang mencakup sekitar 75 program keahlian, seperti Teknik Sepeda Motor dan Teknik Kendaraan Ringan.

Tatang menambahkan, meskipun fasilitas tersebut belum sepenuhnya menyerupai industri, penguasaan dasar-dasar praktik akan memudahkan siswa beradaptasi saat memasuki dunia kerja.

Sementara itu, Kepala SMKN 5 Kabupaten Tangerang, Surta Wijaya, mengaku revitalisasi membawa dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolahnya.

“Sebelum revitalisasi, praktik siswa sering terkendala keterbatasan ruang dan fasilitas,” katanya.

Kini, menurut Surta, siswa menjadi lebih antusias belajar karena didukung fasilitas yang lebih memadai dan mendekati suasana kerja di industri.

Hal serupa disampaikan Kepala SMKN 5 Manokwari, Choiruddin.

Ia menyebut revitalisasi menghadirkan ruang praktik yang representatif sekaligus memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat belajar siswa.

“Sekolah kami kini memiliki ruang praktik yang memadai serta perpustakaan yang menjadi pusat aktivitas belajar siswa,” ujarnya.

Program revitalisasi ini diharapkan mampu memperkuat pendidikan vokasi sebagai fondasi utama dalam mencetak tenaga kerja profesional menengah yang siap bersaing di dunia industri. (*)