Kemenag dan BI Siapkan Guru PAI Jadi Mentor Ekonomi Syariah

Kementerian Agama bersama Bank Indonesia menggelar pelatihan bagi guru Pendidikan Agama Islam untuk memperkuat literasi ekonomi syariah di sekolah. Program ini disiapkan sebagai langkah membangun ekosistem ekonomi syariah sekaligus mendukung Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional.

Kemenag dan BI Siapkan Guru PAI Jadi Mentor Ekonomi Syariah
Foto bersama saat acara Training of Trainer (ToT) bagi guru PAI yang diproyeksikan menjadi mentor ekonomi dan keuangan syariah di tingkat SMA dan SMK. (Sumber: Kemenag)

RINGKASAN BERITA:

  • Kemenag dan Bank Indonesia melatih ratusan guru PAI untuk menjadi mentor ekonomi syariah di SMA dan SMK.
  • Program ini disiapkan untuk membangun ekosistem ekonomi syariah berbasis pendidikan dan etika sehari-hari.
  • Guru PAI juga diproyeksikan membimbing siswa menghadapi Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Kolaborasi antara Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama dan Bank Indonesia (BI) mulai diarahkan untuk memperluas pemahaman ekonomi syariah di lingkungan sekolah menengah.

Langkah tersebut diwujudkan melalui Training of Trainer (ToT) bagi guru PAI yang diproyeksikan menjadi mentor ekonomi dan keuangan syariah di tingkat SMA dan SMK.

Pelatihan yang berlangsung pada 12–13 Mei 2026 di Pusdiklat Ciputat itu diikuti 110 peserta secara langsung dan 100 peserta daring.

Program tersebut dirancang agar pendidikan ekonomi syariah tidak berhenti pada aspek teori, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari.

Direktur PAI Kementerian Agama, M. Munir, menilai guru PAI memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem ekonomi syariah di lembaga pendidikan umum.

“Ada 41 juta siswa muslim, 256.816 guru PAI, 7 juta mahasiswa muslim pada PTU dan 13.112 dosen PAI pada PTU. Ini adalah entitas yang sangat besar. Jika digerakkan semua, insyaallah bisa berperan untuk membentuk ekosistem ekonomi dan keuangan syariah,” kata Munir, Selasa (12/5/2026).

Ia menambahkan, sinergi antara Kemenag dan BI diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu melahirkan tindak lanjut nyata di sekolah-sekolah.

“Guru-guru PAI siap untuk berperan dalam menumbuh kembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Jadi tidak hanya menumbuhkan tetapi juga mengembangkan. Oleh sebab itu, habis ToT ini harus ada action lanjutan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Dadang Muljawan, menjelaskan bahwa ekonomi syariah perlu dikenalkan sebagai sistem ekonomi berbasis etika yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Ini adalah kerjasama yang strategis. Dalam ToT ini akan kita kenalkan ekonomi syariah sebagai ethical-based economy, yakni ekonomi berbasis etika. Jadi, di ToT ini akan diisi dengan hal-hal yang kaitan dengan kegiatan sehari-hari, bukan hal-hal sulit dan susah dicapai,” kata Dadang.

Menurutnya, pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional yang ditujukan bagi pelajar.

“ToT ini salah satu tujuannya adalah menyiapkan guru-guru PAI yang nanti akan membimbing peserta didik untuk mengikuti Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional. Di olimpiade ini peserta tidak saja mendapatkan ilmu, tetapi juga diajak berlomba-lomba dalam kebaikan. Sehingga mereka bisa memahami bahwa intelektual dan spiritualitas adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan,” tutup Dadang.

Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi dari sejumlah pakar dan lembaga, di antaranya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Majelis Ulama Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta Badan Wakaf Indonesia. Materi yang diberikan mencakup regulasi hingga praktik ekonomi syariah di lapangan. (*)