Siaga Darurat Karhutla, Diskes Riau Aktifkan Tim Krisis dan Siapkan APD Hadapi Ancaman Asap

Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengaktifkan tim krisis dan Emergency Medical Team setelah status siaga darurat Karhutla ditetapkan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan kesehatan dan perlindungan masyarakat dari dampak polusi asap.

Siaga Darurat Karhutla, Diskes Riau Aktifkan Tim Krisis dan Siapkan APD Hadapi Ancaman Asap
Tim gabungan menangani lahan terbakar di wilayah Bengkalis beberapa waktu lalu. Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengaktifkan tim krisis dan Emergency Medical Team setelah status siaga darurat Karhutla ditetapkan. (Sumber: BPBD Bengkalis)

RINGKASAN BERITA: 

  • Diskes Riau mengaktifkan tim krisis dan Emergency Medical Team pasca siaga darurat Karhutla.

  • Ketersediaan APD, masker, dan oksigen konsentrat dipastikan aman di seluruh daerah.

  • Masyarakat diminta membatasi aktivitas luar ruang dan melindungi kelompok rentan dari paparan asap.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Penetapan status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tingkat Provinsi Riau langsung direspons Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau dengan penguatan kesiapsiagaan sektor kesehatan.

Fokus utama diarahkan pada perlindungan masyarakat dari risiko gangguan kesehatan akibat polusi asap.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan pihaknya telah menyurati seluruh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota untuk melakukan konsolidasi dan memastikan kesiapan tim krisis di daerah.

Diskes juga menginstruksikan pengaktifan Emergency Medical Team (EMT) guna penanganan cepat di lapangan apabila terjadi peningkatan dampak kesehatan.

Tim Krisis Provinsi, lanjut Zulkifli, melakukan pemantauan intensif terhadap wilayah yang mulai terdampak kebakaran.

Pemantauan tersebut mencakup ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD), masker, hingga peralatan medis pendukung seperti oksigen konsentrat agar dapat segera didistribusikan jika kondisi memburuk.

“Karena status darurat Karhutla sudah ditetapkan, kami ingin memastikan ketersediaan APD, masker, hingga oksigen konsentrat di seluruh daerah mencukupi. Jangan sampai ada daerah terdampak yang kekurangan stok saat terjadi penurunan kualitas udara,” ujar Zulkifli, Selasa (17/2/2026).

Selain kesiapan logistik dan layanan kesehatan, Diskes Riau juga mengimbau masyarakat untuk mulai membatasi aktivitas di luar ruangan.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan riwayat asma dan penyakit paru kronis diminta menghindari paparan asap secara langsung.

Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker berstandar medis atau tipe N95.

Diskes Riau juga menyarankan warga menutup pintu dan jendela serta mengurangi ventilasi terbuka saat kabut asap mulai menyelimuti permukiman demi menjaga kualitas udara di dalam ruangan.

Zulkifli turut mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila muncul gejala seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, nyeri tenggorokan, pusing, atau mual.

Untuk sektor pendidikan dan perkantoran, instansi terkait diminta menyesuaikan kegiatan luar ruangan berdasarkan kondisi kualitas udara terkini.

Diskes Riau juga mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif mencegah kebakaran lahan sekaligus disiplin menjaga kesehatan selama masa siaga darurat Karhutla. (*)