Polbeng Pasang 264 Panel Surya, Perkuat Komitmen Dukung Target Net Zero Emission 2060

Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) menunjukkan komitmennya terhadap target Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060 dengan memasang 264 panel surya di lingkungan kampus. Fasilitas tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa.

Polbeng Pasang 264 Panel Surya, Perkuat Komitmen Dukung Target Net Zero Emission 2060
Suasana kuliah umum bertajuk Potential Renewable Energy in Riau Indonesia, Toward Indonesia’s 2060 Net Zero Goal yang berlangsung di Aula Mini Conference Gedung Kuliah Terpadu (GKT) 1, Kamis (2/7/2026). (Sumber: Polbeng)

RINGKASAN BERITA:

  • Polbeng telah memasang 264 panel surya di tiga gedung utama sebagai dukungan nyata terhadap target Net Zero Emission Indonesia 2060.
  • Panel surya dimanfaatkan tidak hanya sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran teknologi energi bersih bagi mahasiswa.
  • Pakar dari IIUM menilai potensi energi terbarukan di Riau sangat besar, namun membutuhkan perencanaan yang jelas dan komitmen berkelanjutan agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

RIAUCERDAS.COM, BENGKALIS - Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) memperkuat langkah menuju transisi energi bersih dengan memanfaatkan energi surya di lingkungan kampus.

Sebanyak 264 panel surya telah dipasang di tiga gedung utama sebagai bentuk dukungan nyata terhadap target Indonesia mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Direktur I Bidang Akademik Polbeng, Romadhoni, saat kuliah umum bertajuk Potential Renewable Energy in Riau Indonesia, Toward Indonesia’s 2060 Net Zero Goal yang berlangsung di Aula Mini Conference Gedung Kuliah Terpadu (GKT) 1, Kamis (2/7/2026).

Menurut Romadhoni, panel surya dipasang di Gedung Rektorat, Gedung Teknik Elektro, dan Gedung Teknik Mesin sebagai implementasi langsung pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan kampus.

"Ini adalah bukti bahwa Polbeng tidak hanya berbicara soal energi terbarukan di ruang kelas, tetapi juga menerapkannya langsung di lingkungan kampus. Setiap kWh yang dihasilkan dari panel surya ini adalah bagian dari kontribusi kecil kami untuk target besar Indonesia menuju NZE 2060," kata dia.

Ia menjelaskan, keberadaan panel surya tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi alternatif, tetapi juga menjadi sarana praktik bagi mahasiswa dalam mempelajari teknologi energi bersih.

Romadhoni menilai pengembangan energi terbarukan harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu menjawab kebutuhan industri di masa depan.

"Banyak lulusan Polbeng yang saat ini bekerja di industri energi. Oleh karena itu, Polbeng concern untuk membekali mereka sejak di bangku kuliah dengan pemahaman dan pengalaman langsung terhadap teknologi energi bersih," ujarnya.

Kuliah umum tersebut menghadirkan Profesor dari International Islamic University Malaysia (IIUM), Maizirwan Mel, sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, Maizirwan mengungkapkan Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Bengkalis, memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, mulai dari energi surya, biomassa, hingga sumber energi alternatif lainnya.

Namun, menurutnya, besarnya potensi tersebut harus didukung dengan perencanaan yang matang serta komitmen seluruh pemangku kepentingan agar target NZE 2060 dapat tercapai.

"Harus ada plan yang jelas dan usaha yang konsisten. Tanpa keduanya, potensi sebesar apa pun hanya akan menjadi angka di atas kertas," tegas Maizirwan.

Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro itu berlangsung interaktif.

Berbagai pertanyaan disampaikan peserta mengenai peluang pengembangan energi terbarukan di Riau, tantangan implementasi di lapangan, hingga kontribusi generasi muda dalam mendukung transisi energi bersih.

Melalui kuliah umum tersebut, Polbeng berharap dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya energi terbarukan sekaligus memperkuat peran kampus vokasi dalam mencetak lulusan yang kompeten dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. (*)