Bupati Rohul Ikuti Forum APKASI, Bahas Strategi Pendanaan Daerah

Bupati Rokan Hulu Anton menghadiri forum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang membahas strategi pembiayaan alternatif pembangunan daerah serta uji publik revisi UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Forum tersebut dimanfaatkan untuk mencari gagasan dan peluang kolaborasi bagi pembangunan Rokan Hulu.

Bupati Rohul Ikuti Forum APKASI, Bahas Strategi Pendanaan Daerah
Bupati Rokan Hulu (Rohul), Anton ST MM bersama sejumlah kepala daerah lainnya menghadiri forum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). (Sumber: Diskominfo Rohul)

RINGKASAN BERITA:

  • Forum APKASI membahas strategi pembiayaan alternatif daerah di tengah tantangan efisiensi anggaran.
  • Revisi UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menjadi salah satu agenda penting yang dibahas.
  • Bupati Anton menegaskan forum APKASI dimanfaatkan untuk mencari ide, investasi, dan peluang kolaborasi bagi kemajuan Kabupaten Rokan Hulu.

RIAUCERDAS.COM, DELI SERDANG - Upaya mencari solusi pembiayaan pembangunan di tengah tantangan efisiensi anggaran menjadi salah satu fokus pembahasan dalam forum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang dihadiri Bupati Rokan Hulu (Rohul), Anton ST MM, Rabu (1/7/2026).

Selain membahas strategi pembiayaan alternatif untuk mempercepat pembangunan daerah, forum tersebut juga menggelar uji publik terhadap masukan APKASI mengenai rancangan revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Bupati Anton hadir didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Rohul serta Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Yusmar.

"Dua agenda itu menjadi pembahasan penting dalam forum ini," kata Anton, Kamis (2/7/2026).

Menurut Anton, seluruh pemerintah kabupaten memiliki komitmen yang sama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan infrastruktur, mengembangkan potensi ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai seluruh target tersebut harus diwujudkan melalui tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

Kondisi efisiensi anggaran saat ini, lanjutnya, menuntut pemerintah daerah lebih kreatif dalam memaksimalkan berbagai potensi yang dimiliki.

"Melalui forum APKASI ini, kami berharap lahir berbagai masukan, gagasan, dan rekomendasi yang dapat memperkuat kebijakan otonomi daerah sehingga pemerintah kabupaten semakin mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan," ujarnya.

Anton mengatakan, setiap forum yang mempertemukan kepala daerah dari seluruh Indonesia merupakan kesempatan untuk bertukar pengalaman sekaligus membuka peluang kerja sama yang dapat membawa manfaat bagi Kabupaten Rohul.

Menurutnya, berbagai ide yang diperoleh dari forum tersebut dapat diterapkan dalam pengembangan investasi, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor pariwisata, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Kita harus berani hadir, belajar dan membuka pintu kolaborasi," papar Anton.

Dia menegaskan kehadirannya dalam forum APKASI bukan sekadar memenuhi agenda seremonial, melainkan untuk memperoleh solusi dan peluang yang dapat mendukung pembangunan daerah.

"Karena membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu kolaborasi, inovasi, kemauan untuk terus belajar agar Rohul semakin maju, semakin dikenal dan semakin sejahtera," tandasnya. (adv)