Hadapi Ancaman Super El Nino, Pemkab Siak Perkuat Deteksi Dini Hotspot dan Patroli Karhutla

Pemerintah Kabupaten Siak mengintensifkan deteksi dini titik panas dan patroli terpadu untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di tengah ancaman Super El Nino. Sebanyak 11 kecamatan dipetakan sebagai wilayah rawan karhutla dan menjadi prioritas pengawasan.

Hadapi Ancaman Super El Nino, Pemkab Siak Perkuat Deteksi Dini Hotspot dan Patroli Karhutla
Wakil Bupati Siak, Syamsurizal didampingi Kepala BPBD Siak, Novendra Kasmara melihat kondisi mobil Pemadam Kebakaran saat Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla di Halaman Kantor Bupati Siak, Kompleks Perkantoran Tanjung Agung, Selasa (30/6/2026). (Sumber: Diskominfo Siak)

RINGKASAN BERITA:

  • Pemkab Siak mengoptimalkan sistem deteksi dini hotspot dan patroli terpadu untuk mencegah karhutla saat ancaman Super El Nino meningkat.
  • Sebanyak 11 dari 14 kecamatan di Kabupaten Siak dipetakan sebagai wilayah rawan kebakaran karena didominasi lahan gambut.
  • BPBD memastikan setiap hotspot yang terdeteksi langsung diverifikasi bersama Masyarakat Peduli Api, pemerintah kampung, dan kecamatan agar tidak berkembang menjadi kebakaran.

RIAUCERDAS.COM, SIAK - Pemerintah Kabupaten Siak memperkuat strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui optimalisasi sistem deteksi dini titik panas (hotspot) dan patroli terpadu di wilayah rawan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran akibat fenomena Super El Nino yang memicu musim kering.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak, Novendra Kasmara, mengatakan pengawasan difokuskan pada patroli di kawasan rawan karhutla yang melibatkan BPBD, perusahaan, serta berbagai pemangku kepentingan.

Selain itu, setiap hotspot yang terdeteksi akan segera diverifikasi di lapangan agar tidak berkembang menjadi kebakaran.

"Begitu kita mendapat data hotspot, kami langsung lakukan pengecekan di lapangan bersama MPA, pemerintah kampung, dan kecamatan agar tidak berkembang menjadi kebakaran," ujarnya usai Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla di Halaman Kantor Bupati Siak, Kompleks Perkantoran Tanjung Agung, Selasa (30/6/2026).

Menurut Novendra, kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana juga terus ditingkatkan, terutama di wilayah gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran.

"Kami akan terus melakukan patroli bersama perusahaan dan stakeholder, serta turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan sarpras sesuai dan setiap potensi titik api dapat dicegah sejak dini," ujarnya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Siak hingga 29 Juni 2026, tercatat sebanyak 254 titik hotspot dan 45 fire spot.

Dari 14 kecamatan di Kabupaten Siak, sebanyak 11 kecamatan telah dipetakan sebagai daerah rawan karhutla karena didominasi lahan gambut serta kawasan perkebunan masyarakat maupun perusahaan.

Sementara itu, Wakil Bupati Siak Syamsurizal menegaskan penanganan karhutla memerlukan sinergi seluruh pihak karena potensi kebakaran dapat terjadi di berbagai kawasan.

"Karhutla tidak mengenal batasan, dan tidak bisa dilakukan secara parsial. Yang diperlukan kerja sama, koordinasi, dan komunikasi yang baik," ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat musim kemarau yang meningkatkan potensi kebakaran.

"Kami minta masyarakat musim kering seperti ini, tidak membersihkan lahan dengan cara di bakar. Kewaspadaan bersama sangat penting agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini dan tidak meluas. Untuk petugas Karhutla pastikan alat dan personel standbye bila terjadi kebakaran," tutur Syamsurizal.

Dukungan pencegahan juga datang dari pihak perusahaan. Perwakilan PT Arara Abadi, Lambok Pardede, mengatakan patroli bersama telah dilakukan di wilayah Pusako dan Sungai Apit bersama BPBD, TNI, Polri, serta unsur terkait.

Perusahaan juga memperkuat sosialisasi kepada masyarakat dan berencana menambah pos mitigasi di kawasan rawan.

"Kami sudah melakukan patroli bersama BPBD, TNI, Polri, serta sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan. Ke depan juga akan diperkuat dengan pos mitigasi agar penanganan bisa lebih cepat dilakukan ketika terjadi kebakaran," tutupnya. (*)