Karhutla Bengkalis Belum Padam, Alat Berat Dikerahkan untuk Sekat Api di Desa Sekodi

Kebakaran hutan dan lahan di Desa Sekodi, Bengkalis, masih berlangsung. Tim gabungan mengerahkan alat berat dan tambahan personel untuk mempercepat pemadaman.

Karhutla Bengkalis Belum Padam, Alat Berat Dikerahkan untuk Sekat Api di Desa Sekodi
Tim menggunakan alat berat untuk membuat sekat api dan membuka akses jalan dalam upaya penanganan Karhutla di Bengkalis. (Sumber: Media Center Riau)

RINGKASAN BERITA: 

  • Api karhutla di Bengkalis masih belum padam hingga awal April 2026.
  • Alat berat dikerahkan untuk sekat api dan akses air.
  • Tambahan personel diturunkan untuk memperkuat pemadaman.

RIAUCERDAS.COM, BENGKALIS - Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis terus diperkuat dengan strategi baru.

Selain pemadaman darat, tim kini mengandalkan alat berat untuk mempercepat penyekatan api yang hingga kini belum sepenuhnya padam.

Kebakaran yang terjadi di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, masih berlangsung hingga Minggu (5/4/2026).

Kondisi di lapangan dilaporkan cukup menantang, terutama karena keterbatasan sumber air.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menjelaskan bahwa pengerahan alat berat menjadi langkah strategis dalam penanganan kebakaran saat ini.

“Perbantuan alat berat hari ini diarahkan untuk penyekatan api dan membantu penyediaan sumber air di lokasi,” ujarnya.

Menurutnya, alat berat tidak hanya berfungsi untuk membatasi penyebaran api, tetapi juga membuka akses bagi tim pemadam agar lebih mudah menjangkau titik-titik kebakaran.

Saat ini, satu tim dari Daops Siak masih bertahan di lokasi untuk melakukan pemadaman secara intensif.

Sementara itu, upaya penguatan personel juga terus dilakukan.

"Untuk memperkuat operasi, tambahan personel juga mulai didatangkan. Satu regu dari Daops Pekanbaru dijadwalkan masuk untuk membantu operasi di Desa Pelkun, sementara satu regu lainnya dari Daops Siak bergerak ke Desa Kelemantan," tuturnya.

Pengerahan alat berat diharapkan dapat mempercepat pengendalian kebakaran, terutama dalam mencegah api meluas ke wilayah lain yang berpotensi terdampak.

Selain itu, tim juga terus mengoptimalkan berbagai metode pemadaman, baik melalui jalur darat maupun dukungan udara, guna memastikan penanganan karhutla dapat dilakukan secara maksimal.

Ferdian juga mengajak masyarakat untuk turut memberikan dukungan agar proses pemadaman berjalan lancar.

"Semoga cuaca tetap kondusif sehingga membantu proses pemadaman, serta seluruh tim di lapangan senantiasa diberi kesehatan dan keselamatan," katanya. (*)