Bupati Siak Perjuangkan Revitalisasi 112 Sekolah dan Nasib Guru Honorer ke Kemendikdasmen

Bupati Siak Afni Zulkifli mengusulkan revitalisasi 112 sekolah rusak dan mendorong pengangkatan guru honorer menjadi PPPK dalam audiensi dengan Kemendikdasmen di Jakarta.

Bupati Siak Perjuangkan Revitalisasi 112 Sekolah dan Nasib Guru Honorer ke Kemendikdasmen
Bupati Siak, Afni Zulkifli. (Sumber: siakkab.go.id)

RINGKASAN BERITA: 

  • Pemkab Siak mengusulkan revitalisasi 112 sekolah yang mengalami kerusakan.
  • Pemerintah daerah mendorong pengangkatan guru honorer menjadi PPPK.
  • Audiensi dengan Kemendikdasmen membahas revitalisasi, digitalisasi, dan dukungan pendidikan.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Bupati Siak, Afni Zulkifli, terus memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Siak, khususnya terkait revitalisasi sekolah rusak dan perhatian terhadap guru honorer.

Upaya tersebut dilakukan melalui audiensi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Dalam pertemuan itu, Afni hadir bersama Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi, Kepala Dinas Pendidikan Riau Erisman Yahya, serta Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau Nilam Suri.

Rombongan diterima langsung Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen RI, Gogot Suharwoto, didampingi Inspektur Jenderal Faisal Syahrul serta jajaran lainnya.

Afni menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Siak telah mengusulkan sebanyak 112 sekolah untuk mendapatkan program revitalisasi karena kondisinya mengalami kerusakan.

“Kita terus berikhtiar semaksimal mungkin, khususnya perjuangan mendapatkan revitalisasi sekolah di Siak yang sudah dalam kondisi rusak,” tuturnya.

Selain itu, Pemkab Siak juga mengusulkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang saat ini telah memasuki tahap survei lapangan oleh pihak kementerian.

Menurut Afni, audiensi tersebut diharapkan membawa dampak positif bagi kemajuan pendidikan di daerahnya.

“Insyaallah dengan pertemuan hangat ini, akan banyak kabar baik untuk dunia pendidikan Siak ke depan,” terangnya.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu pendidikan turut dibahas, mulai dari revitalisasi sekolah, digitalisasi pendidikan, hingga perhatian terhadap guru non-ASN atau guru honorer.

Pihak Kemendikdasmen memastikan bahwa guru non-ASN tetap dapat mengajar dan memperoleh hak melalui dukungan dana BOS serta program pengangkatan sebagai PPPK.

Afni juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperjuangkan status guru honorer di Siak agar dapat diangkat menjadi PPPK melalui pembiayaan dari APBN.

“Kami mengusulkan dan mendukung seluruh guru honorer di Siak menjadi PPPK. Karena Siak masih membutuhkan banyak guru, dan tidak mungkin merumahkan mereka yang sudah lama mengabdi,” tandasnya. (*)