Muhadjir Effendi Resmikan SAM Mart dan Apotek Umri

Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) meresmikan SAM Mart dan Apotek Umri sebagai bagian dari penguatan kemandirian ekonomi kampus. Kehadiran unit usaha baru ini diharapkan menjadi sumber pendapatan yang mendukung pengembangan pendidikan, dakwah, sekaligus laboratorium bisnis bagi mahasiswa.

Muhadjir Effendi Resmikan SAM Mart dan Apotek Umri
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga Penasehat Presiden Bidang Haji, Prof Muhadjir Effendi saat meresmikan SAM Mart dan Apotek Umri pada Sabtu (27/6/2026).

RINGKASAN BERITA:

  • SAM Mart dan Apotek Umri resmi beroperasi sebagai bagian dari strategi membangun kemandirian ekonomi kampus.
  • Umri menargetkan pembangunan Sportorium, rumah sakit, Fakultas Kedokteran, serta masjid berkapasitas besar dalam pengembangan kampus.
  • Kementerian Koperasi mendorong SAM Mart menjadi laboratorium bisnis bagi sekitar 13 ribu mahasiswa sekaligus memperkuat kolaborasi dengan koperasi kampus.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) terus memperkuat kemandirian pembiayaan melalui pengembangan badan usaha kampus.

Langkah itu ditandai dengan peresmian SAM Mart dan Apotek Umri yang diharapkan menjadi penopang ekosistem ekonomi kampus sekaligus mendukung pengembangan pendidikan dan dakwah Muhammadiyah.

Peresmian dilakukan oleh Penasehat Khusus Presiden Bidang Haji, Prof Muhadjir Effendy, di Kampus Umri, Pekanbaru, Sabtu (27/6/2026). 

Acara ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan Piagam Sejarah.

Wakil Rektor II Umri, Dr Baidarus, mengatakan peresmian tersebut bukan sekadar menghadirkan unit usaha baru, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kampus yang berkelanjutan bertepatan dengan Milad ke-18 Umri.

Menurutnya, PT Surya Abadi Madani didirikan bukan hanya untuk mengejar keuntungan, melainkan memiliki peran strategis dalam memperkuat dakwah dan pembangunan universitas.

Ia menjelaskan keuntungan dari badan usaha tersebut akan kembali diinvestasikan untuk mendukung pengembangan pendidikan, dakwah, dan berbagai program kemaslahatan umat.

"Ketika mahasiswa dan dosen berbelanja, mereka juga ikut membangun universitas dan memperkuat dakwah," ujarnya.

Rektor Umri, Dr. Saidul Amin, M.A., menyampaikan kampus terus menyiapkan berbagai pengembangan infrastruktur sebagai bagian dari visi jangka panjang universitas.

Ia mengungkapkan, pada 2027 Umri berencana membangun Sportorium yang diharapkan dapat menjadi lokasi penyelenggaraan Tanwir Muhammadiyah.

Selain itu, kampus juga merencanakan pembangunan masjid berkapasitas besar yang mampu menampung sedikitnya sepertiga warga kampus.

Sejalan dengan berdirinya Fakultas Kedokteran, Umri juga tengah membebaskan lahan seluas tiga hektare yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan Rumah Sakit Umri dan gedung Fakultas Kedokteran.

Pada kesempatan yang sama, Umri menerima wakaf berupa lahan, bangunan, dan masjid seluas tiga hektare di Batam dengan nilai sekitar Rp40 miliar.

Aset tersebut direncanakan menjadi lokasi pembangunan pesantren.

Saidul Amin menambahkan, saat ini SAM Group telah memiliki 12 unit usaha sebagai badan usaha milik kampus.

Keberadaan unit usaha tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian pembiayaan sehingga dana yang berputar di lingkungan Muhammadiyah tetap dimanfaatkan untuk pengembangan amal usaha.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Afrizal Nur, mengapresiasi perkembangan Umri yang dinilainya terus menunjukkan kemajuan di usia ke-18 tahun.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Riau, Taufik OH, yang hadir mewakili Plt Gubernur Riau, menyampaikan Umri telah berkembang menjadi perguruan tinggi yang semakin matang, baik dari sisi tata kelola, akademik, prestasi mahasiswa, riset, maupun jejaring kerja sama.

Ia menilai kehadiran SAM Mart menjadi langkah positif dalam memperkuat fondasi ekonomi kampus di tengah tantangan yang semakin kompleks bagi perguruan tinggi.

Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha pada Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Cecep Setiawan, mengatakan SAM Mart merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem kampus yang mandiri dan berkelanjutan.

Menurutnya, selain menjadi pusat layanan ritel, SAM Mart juga diharapkan menjadi laboratorium bisnis bagi sekitar 13 ribu mahasiswa, ratusan dosen, serta masyarakat sekitar kampus melalui pembelajaran manajemen usaha, rantai pasok, hingga penyediaan program magang.

Ia juga mendorong kolaborasi antara SAM Mart dan Koperasi Umri melalui integrasi pengadaan barang, pengembangan sistem pembayaran digital berbasis koperasi, serta pelatihan kewirausahaan bagi mahasiswa.

Kementerian Koperasi, lanjutnya, siap mendukung penguatan koperasi di lingkungan perguruan tinggi melalui pendampingan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi, serta penguatan jaringan usaha agar koperasi kampus mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar. (*)