Rektor UMRI Bahas Dinamika Intelektual Muslim Global Bersama Diaspora di Maroko
Rektor UMRI bersama pimpinan kampus menggelar kajian ilmiah di Maroko, menyoroti peran mahasiswa dan diaspora dalam menguatkan tradisi intelektual Islam di tingkat global.
RINGKASAN BERITA:
- Rektor UMRI tekankan peran mahasiswa sebagai penghubung ilmu klasik dan modern.
- Diaspora dinilai penting dalam membangun jejaring global umat Islam.
- Kajian di Maroko memperkuat kontribusi akademik UMRI di tingkat internasional.
RIAUCERDAS.COM, MAROKO - Peran mahasiswa dan diaspora dinilai strategis dalam menghubungkan tradisi keilmuan Islam dengan perkembangan global.
Hal ini menjadi sorotan dalam kajian ilmiah yang disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Dr H Saidul Amin, MA., dalam lawatan akademiknya ke Maroko.
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat PPI Maroko-Rabat, Minggu (26/4/2026), dihadiri mahasiswa Indonesia serta diaspora Muhammadiyah yang tengah menempuh studi di negara tersebut.
Forum ini juga diikuti Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMRI, Prof Dr H Muhammad Nazir Karim, MA.
Mengangkat tema “Dinamika Intelektual Muslim Global”, diskusi membahas perkembangan pemikiran Islam kontemporer serta tantangan umat Islam di tengah arus globalisasi ilmu pengetahuan.
Dalam pemaparannya, Saidul Amin menegaskan pentingnya revitalisasi tradisi intelektual di kalangan generasi muda Muslim, khususnya mahasiswa yang belajar di luar negeri.
“Mahasiswa Muslim hari ini harus mampu menjadi penghubung antara khazanah keilmuan klasik Islam dan perkembangan ilmu pengetahuan modern, sehingga lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran keummatan yang kuat,” teranganya.
Sementara itu, Prof Muhammad Nazir menekankan pentingnya peran diaspora intelektual dalam membangun jejaring global umat Islam.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa dan akademisi di berbagai negara menjadi aset penting dalam merespons isu-isu strategis internasional.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pandangan kritis dari peserta terkait posisi intelektual Muslim di era globalisasi.
Forum ini tidak hanya menjadi ajang berbagi gagasan, tetapi juga mempererat hubungan keilmuan dan organisasi antar diaspora Indonesia.
Melalui kegiatan ini, UMRI menunjukkan komitmennya dalam memperluas kontribusi akademik di tingkat internasional.
Selain itu, agenda ini juga menjadi langkah strategis dalam membangun jejaring global yang produktif bagi mahasiswa dan komunitas Muslim Indonesia di luar negeri. (*)


