Mahasiswa Kukerta Unri Edukasi Siswa SDN 002 Logas Cegah Bullying
Mahasiswa Kukerta Universitas Riau menggelar sosialisasi anti bullying di SD Negeri 002 Logas, Kabupaten Kuantan Singingi. Melalui edukasi interaktif, siswa diajak mengenali berbagai bentuk perundungan, memahami dampaknya, serta berani mencegah dan melaporkan tindakan bullying di lingkungan sekolah.
RINGKASAN BERITA:
- Mahasiswa Kukerta Unri mengajak siswa SDN 002 Logas berani menghentikan dan melaporkan tindakan bullying di sekolah.
- Siswa dikenalkan berbagai bentuk perundungan, mulai dari fisik, verbal, sosial, hingga bullying di media digital.
- Kegiatan diakhiri dengan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghormati.
RIAUCERDAS.COM, KUANTAN SINGINGI - Upaya membangun lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (Unri) melalui sosialisasi antibullying di SD Negeri 002 Logas, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
Kegiatan ini menekankan pentingnya peran siswa untuk berani mencegah dan melaporkan tindakan perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah.
Sosialisasi dipandu oleh mahasiswa Kukerta Unri, Dyah Ulfa Nurlita.
Dalam pemaparannya, Ulfa menjelaskan bahwa bullying bukan sekadar candaan, melainkan tindakan yang dilakukan secara sengaja dan berulang sehingga dapat melukai perasaan maupun fisik seseorang.
Para siswa diperkenalkan dengan berbagai bentuk perundungan, mulai dari bullying fisik, verbal, sosial, hingga perundungan melalui media digital.
Selain itu, dijelaskan Ulfa pula dampak yang dapat ditimbulkan, baik bagi korban, pelaku, maupun lingkungan sekolah secara keseluruhan.
Tidak hanya menyampaikan materi, pemateri juga mengajak peserta berdiskusi mengenai penyebab terjadinya bullying dan berbagai langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.
Dalam sesi tersebut, siswa didorong untuk membiasakan sikap saling menghargai, menghindari kebiasaan mengejek teman, berani mengatakan "berhenti" ketika menyaksikan tindakan perundungan, serta segera melapor kepada guru atau orang tua apabila menjadi korban maupun melihat bullying terjadi di sekolah.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif para siswa.
Mereka terlihat antusias menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta mengikuti diskusi selama sosialisasi berlangsung.
Sebagai penutup, seluruh peserta diajak berkomitmen menjaga sekolah sebagai tempat belajar yang aman, nyaman, dan menjunjung tinggi sikap saling menghormati.
Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa Kukerta Unri berharap nilai empati, kepedulian, dan saling menghargai semakin tertanam dalam diri siswa sehingga budaya bullying dapat dicegah sejak dini di lingkungan sekolah. (rls)