RSUP Pekanbaru Disiapkan Jadi Rumah Sakit Rujukan Sumatera dan Dorong Medical Tourism
Pemerintah Provinsi Riau bersama Kementerian Kesehatan RI memperkuat koordinasi menjelang operasional RSUP Pekanbaru. Rumah sakit vertikal Kemenkes ini diproyeksikan menjadi pusat layanan rujukan di Sumatera sekaligus mendukung pengembangan medical tourism di Indonesia.
RINGKASAN BERITA:
- RSUP Pekanbaru diproyeksikan menjadi rumah sakit rujukan utama di Sumatera sekaligus mendukung pengembangan medical tourism di Indonesia.
- Pemprov Riau dan Kementerian Kesehatan memperkuat koordinasi agar rumah sakit segera beroperasi dan melayani masyarakat.
- Kehadiran RSUP Pekanbaru diharapkan mengurangi rujukan pasien ke Jakarta maupun luar negeri serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Riau.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU -Â Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Pekanbaru diproyeksikan menjadi salah satu penggerak medical tourism atau wisata kesehatan di Indonesia, selain memperkuat sistem layanan kesehatan rujukan di Provinsi Riau dan wilayah Sumatera.
Target tersebut mengemuka dalam audiensi antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Riau di Kediaman Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Jumat (24/7/2026).
Pertemuan tersebut membahas pematangan persiapan operasional RSUP Pekanbaru agar rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan dapat segera memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, Yanti Herman, mengatakan pembangunan RSUP Pekanbaru merupakan bagian dari Transformasi Sistem Kesehatan Nasional, khususnya pada pilar Transformasi Layanan Rujukan.
"RSUP Pekanbaru diproyeksikan memperkuat sistem rujukan, menghadirkan layanan kesehatan berkualitas, sekaligus menjadi salah satu rumah sakit pengampu di wilayah Sumatera," kata Yanti.
Selain memperkuat layanan rujukan, Yanti menyebut kehadiran RSUP Pekanbaru diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan dalam negeri sehingga dapat mengurangi kecenderungan berobat ke luar negeri.
"Selama ini masih banyak masyarakat memilih berobat ke luar negeri. Melalui RSUP Pekanbaru, kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki fasilitas, tenaga medis, dan pelayanan yang mampu bersaing," ujarnya.
Menurut Yanti, pengembangan medical tourism akan didukung melalui kolaborasi antara rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan, rumah sakit milik pemerintah daerah, dan rumah sakit swasta guna membangun ekosistem layanan kesehatan yang berkualitas.
Ia berharap sinergi dengan Pemerintah Provinsi Riau terus diperkuat agar RSUP Pekanbaru dapat menjadi contoh kolaborasi pusat dan daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan berstandar tinggi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Riau untuk mendukung seluruh proses persiapan operasional rumah sakit sesuai kewenangan daerah.
"Pemerintah Provinsi Riau siap memberikan dukungan agar proses persiapan operasional RSUP Pekanbaru berjalan dengan baik. Kehadiran rumah sakit ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan kesehatan rujukan, tidak hanya bagi masyarakat Riau, tetapi juga wilayah Sumatera," terangnya.
Syahrial menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam membangun sistem layanan kesehatan yang terintegrasi.
Menurutnya, kehadiran RSUP Pekanbaru akan memperkuat posisi Riau sebagai salah satu pusat layanan kesehatan di Sumatera sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
"Pemerintah Provinsi Riau akan terus memberikan dukungan agar RSUP Pekanbaru segera beroperasi sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih lengkap, modern, dan berkualitas," ujar Syahrial.
Ia menambahkan, RSUP Pekanbaru juga diharapkan menjadi pusat peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui kolaborasi dengan berbagai institusi pelayanan kesehatan. (*)