Pemkab Rohul Intensifkan Gerakan Salat Subuh Berjemaah di 145 Masjid Paripurna
Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu terus memperkuat Gerakan Salat Subuh Berjemaah (GSSB) sebagai program unggulan daerah. Sebanyak 145 masjid paripurna akan menjadi pusat pelaksanaan GSSB yang digelar dua kali setiap bulan untuk memperkuat syiar Islam sekaligus mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat.
RINGKASAN BERITA:
- Pemkab Rohul akan menggelar Gerakan Salat Subuh Berjemaah dua kali setiap bulan di 145 masjid paripurna.
- GSSB diposisikan sebagai wadah memperkuat syiar Islam sekaligus menampung aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
- Wakil Bupati Syafaruddin Poti mengikuti GSSB usai menghadiri nobar semifinal Piala Dunia 2026 bersama warga di Desa Koto Baru.
RIAUCERDAS.COM, PASIR PENGARAIAN - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) terus memperkuat pelaksanaan Gerakan Salat Subuh Berjemaah (GSSB) sebagai salah satu program unggulan daerah.
Sebanyak 145 masjid paripurna yang tersebar di desa dan kelurahan akan dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan yang dijadwalkan berlangsung dua kali setiap bulan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Rohul dalam memperkuat syiar Islam, meningkatkan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat, sekaligus mendukung visi dan misi Bupati Rohul, Anton bersama Wakil Bupati Syafaruddin Poti untuk mewujudkan masyarakat Rohul yang religius.
Wakil Bupati Rohul kembali menunjukkan dukungannya terhadap program tersebut saat menghadiri Gerakan Salat Subuh Berjemaah di Masjid Al-Barokah, Dusun Suka Maju, Desa Koto Baru, Kecamatan Kunto Darussalam, Kamis (16/7/2026) dini hari.
Sebelum mengikuti GSSB, Syafaruddin Poti terlebih dahulu menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Argentina yang digelar di depan Pasar Desa Koto Baru.
Usai kegiatan nobar, rombongan kemudian melanjutkan kegiatan ke Masjid Al-Barokah untuk melaksanakan Salat Subuh berjemaah bersama masyarakat.
"Kegiatan ini senantiasa dilaksanakan untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat," ungkap Syafaruddin Poti.
Menurutnya, GSSB tidak hanya bertujuan memakmurkan masjid, tetapi juga memperkuat ukhuwah islamiyah di Kabupaten Rohul.
Ia juga mengajak masyarakat agar terus istiqomah dalam menjalankan ibadah.
Selain menjadi sarana memperkuat kehidupan keagamaan, GSSB juga diharapkan menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah.
Melalui kegiatan tersebut, berbagai aspirasi maupun keluhan warga dapat disampaikan secara langsung kepada pemerintah.
Dengan pelaksanaan yang rutin di 145 masjid paripurna, Pemkab Rohul berharap Gerakan Salat Subuh Berjemaah semakin memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan umat. (adv)