Prabowo: Rumah Pendidikan Sudah Digunakan 6,9 Juta Pengguna, Pemerintah Tambah 700 Ribu Smart Panel

Presiden Prabowo Subianto menyatakan aplikasi Rumah Pendidikan telah dimanfaatkan lebih dari 6,9 juta pengguna dan menjadi bagian penting transformasi digital pendidikan. Pemerintah juga akan menambah sekitar 700 ribu Interactive Flat Panel (IFP) di sekolah hingga akhir 2026 atau semester pertama 2027.

Prabowo: Rumah Pendidikan Sudah Digunakan 6,9 Juta Pengguna, Pemerintah Tambah 700 Ribu Smart Panel
Sejumlah siswa SD menggunakan aplikasi Rumah Pendidikan. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • Pemerintah akan menambah sekitar 700 ribu Interactive Flat Panel di sekolah hingga akhir 2026 atau semester pertama 2027.
  • Aplikasi Rumah Pendidikan telah digunakan lebih dari 6,9 juta pengguna dan menyediakan 4.843 sumber belajar gratis untuk mendukung pembelajaran.
  • Rumah Pendidikan mencetak sejarah dengan meraih Winner WSIS Prizes 2026 kategori e-Government dari ITU-PBB.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Pemerintah menargetkan penambahan sekitar 700 ribu Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital di sekolah-sekolah Indonesia hingga akhir 2026 atau semester pertama 2027.

Langkah tersebut menjadi bagian dari percepatan transformasi pembelajaran berbasis teknologi yang didukung aplikasi Rumah Pendidikan.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengatakan pemerintah terus memperkuat pemerataan akses pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran dan penyediaan infrastruktur teknologi agar seluruh peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.

Menurut Prabowo, aplikasi Rumah Pendidikan yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah dimanfaatkan secara luas oleh guru maupun peserta didik di berbagai daerah.

“Bahwa kita punya apps yang dilaksanakan oleh Menteri Dikdasmen, Rumah Pendidikan, portal terintegrasi dengan Interactive Flat Panel yang kita bagikan telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna. Menyediakan 4.843 sumber belajar gratis dan membantu ratusan ribu guru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar,” terang Presiden Prabowo.

Ia menjelaskan, pemerintah sebelumnya telah mendistribusikan satu unit IFP untuk setiap sekolah.

Pada tahun ini, program tersebut akan dilanjutkan dengan penambahan tiga unit papan interaktif digital di masing-masing sekolah.

“Kita sudah membagi Interactive Flat Panel, layar pintar di seluruh sekolah Indonesia, satu per sekolah tahun lalu sudah kita bagikan. Tahun ini kita akan tambah tiga plus per sekolah. Saya harapkan di akhir 2026 akan sudah tersampaikan, terkirim kurang lebih tambahan 700 ribu panel pintar atau smart digital panel di seluruh sekolah Indonesia, akhir Desember 2026 atau semester pertama 2027,” ujarnya.

Prabowo menilai penguatan ekosistem pembelajaran digital melalui aplikasi Rumah Pendidikan dan perangkat teknologi di sekolah akan memperluas kesempatan belajar yang lebih merata serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan di seluruh Indonesia.

Selain menyoroti transformasi pendidikan, Presiden juga mengungkapkan Indonesia baru saja menerima penghargaan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui International Telecommunication Union (ITU) pada kategori e-Government.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan internasional atas berbagai upaya digitalisasi yang dilakukan pemerintah, termasuk di sektor pendidikan.

Sebagai informasi, aplikasi Rumah Pendidikan juga mencatat prestasi dengan meraih Winner (Juara Pertama) WSIS Prizes 2026 kategori e-Government, yang diselenggarakan ITU-PBB.

Capaian itu menjadi sejarah baru bagi Indonesia setelah penantian selama 14 tahun.

Melalui pengembangan platform digital dan penyediaan perangkat pembelajaran berbasis teknologi, pemerintah berharap transformasi pendidikan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebih inklusif dan merata. (*)