Kreatif! Anak Desa Karya Indah Diajak Mahasiswa Kukerta Unri Menabung Lewat Celengan dari Botol Plastik Bekas
Mahasiswa Kukerta Universitas Riau mengajak anak-anak di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, membuat celengan dari botol plastik bekas sekaligus mengenalkan pentingnya budaya menabung. Program ini juga bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan limbah plastik.
RINGKASAN BERITA:
- Mahasiswa Kukerta Unri mengajarkan anak-anak membuat celengan dari botol plastik bekas sebagai media belajar menabung.
- Program menggabungkan edukasi literasi keuangan dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan limbah plastik.
- Anak-anak diajak membiasakan hidup hemat dan menyisihkan uang saku sejak dini sambil mengembangkan kreativitas melalui hasil karya sendiri.
RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (Unri) memadukan edukasi literasi keuangan dan kepedulian lingkungan melalui pelatihan pembuatan celengan dari botol plastik bekas bagi anak-anak di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Minggu (12/7/2026).
Program tersebut dirancang untuk membiasakan anak-anak menabung sejak usia dini sekaligus memperkenalkan pemanfaatan limbah plastik menjadi barang yang memiliki nilai guna.
Penanggung jawab kegiatan, Alysa Anjany, mengatakan konsep pembelajaran dibuat secara kreatif agar peserta memperoleh pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami ingin mengajak adik-adik memahami bahwa menabung merupakan kebiasaan baik yang bisa dimulai sejak sekarang. Melalui pembuatan celengan dari limbah plastik, mereka tidak hanya belajar berhemat, tetapi juga belajar mencintai lingkungan dengan memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang berguna," jelas Alysa.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Kukerta mendampingi peserta menghias botol plastik bekas menggunakan berbagai bahan sederhana hingga menjadi celengan sesuai kreativitas masing-masing.
Selama proses berlangsung, anak-anak juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengurangi limbah plastik melalui pemanfaatan kembali barang bekas.
Selain mengasah kreativitas, mahasiswa mengajak peserta mulai menyisihkan sebagian uang saku ke dalam celengan yang telah dibuat.
Edukasi ini bertujuan membentuk kebiasaan hidup hemat, mengenalkan pengelolaan keuangan sejak dini, serta mendorong anak-anak menabung untuk memenuhi kebutuhan maupun mewujudkan cita-cita mereka.
Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme peserta yang mengikuti seluruh tahapan pembuatan celengan.
Setelah selesai, mereka menunjukkan hasil karya masing-masing kepada teman-temannya.
Salah seorang peserta mengaku senang karena dapat membuat celengan hasil karyanya sendiri.
"Saya senang bisa membuat celengan sendiri. Nanti celengannya mau saya pakai untuk menabung supaya bisa membeli barang yang saya inginkan," ujarnya sambil menunjukkan hasil karyanya.
Melalui program ini, mahasiswa Kukerta berharap budaya menabung dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh anak-anak Desa Karya Indah.
Di sisi lain, pemanfaatan limbah plastik menjadi barang yang bernilai guna diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa Kukerta Unri di Desa Karya Indah dengan penanggung jawab Alysa Anjany, Binta Istiana, Amelvi, dan Amelia Fiona Oetama.
Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun karakter anak-anak melalui pembiasaan hidup hemat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. (rls)