Inovasi Limbah Kulit Buah MBG Jadi Eco-Brick dan Genteng Ramah Lingkungan Antar Siswa MAN 1 Medan Raih Medali Emas di Jepang

Tim Karya Ilmiah MAN 1 Medan meraih medali emas pada Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) INNOPA WIIPA 2026 di Osaka, Jepang. Prestasi tersebut diraih berkat inovasi GREEN yang mengolah limbah kulit buah dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bata dan genteng ramah lingkungan.

Inovasi Limbah Kulit Buah MBG Jadi Eco-Brick dan Genteng Ramah Lingkungan Antar Siswa MAN 1 Medan Raih Medali Emas di Jepang
Tim Karya Ilmiah MAN 1 Medan mengharumkan nama Indonesia setelah meraih medali emas dalam ajang Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) INNOPA WIIPA 2026. (Sumber: Kemenag)

RINGKASAN BERITA:

  • Tim MAN 1 Medan meraih medali emas di ajang inovasi internasional JDIE INNOPA WIIPA 2026 di Osaka, Jepang.
  • Inovasi GREEN mengubah limbah kulit buah dari Program Makan Bergizi Gratis menjadi eco-brick dan genteng ramah lingkungan.
  • Produk hasil riset siswa dinilai memiliki keunggulan pada aspek keberlanjutan lingkungan, bobot ringan, daya tahan, dan ketahanan terhadap air.

RIAUCERDAS.COM, MEDAN -  Tim Karya Ilmiah MAN 1 Medan mengharumkan nama Indonesia setelah meraih medali emas dalam ajang Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) INNOPA WIIPA 2026 yang berlangsung di Kansai Airport Conference Hall, Izumisano, Osaka, Jepang, pada 1–7 Juli 2026.

Penghargaan tersebut diraih melalui inovasi pemanfaatan limbah kulit buah menjadi bahan bangunan ramah lingkungan.

Kompetisi internasional itu diselenggarakan oleh World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA) bekerja sama dengan Chizal Corporation serta didukung Indonesian Innovation and Invention Promotion Association (INNOPA).

Ajang tersebut mempertemukan inventor, peneliti, akademisi, mahasiswa, pelajar, perusahaan, dan lembaga penelitian dari berbagai negara untuk mempresentasikan inovasi di bidang teknologi, desain, dan riset.

Pada penyelenggaraan tahun ini, peserta berasal dari berbagai negara, di antaranya Jepang, Indonesia, Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Hong Kong, Makau, Singapura, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Polandia, Kroasia, Kanada, dan sejumlah negara lainnya.

Delegasi MAN 1 Medan diperkuat tujuh siswa, yakni Rafa Ruzain Ahmad, Tiara Qalbi Aswani, Azka Azzahra Putri Dalimunthe, Sandria Shelba Yafizham Harahap, Ariq Zaidan Dhiaufa Siregar, Zahraa Putri Syahbana, dan Fauzul Huda. Mereka didampingi Muhammad Doni Anggara, Ulfa Mashitah, dan Ahmad Zaki Mubarak sebagai pelatih dan pembina.

Dalam kompetisi tersebut, tim mempresentasikan penelitian berjudul GREEN (Green Resource for Eco-Friendly Engineering and Natural Construction) di hadapan dewan juri internasional yang terdiri atas akademisi, praktisi, dan pakar inovasi dari berbagai negara.

Muhammad Doni Anggara menjelaskan penelitian tersebut memanfaatkan limbah kulit buah yang dihasilkan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bahan baku pembuatan bata dan genteng ramah lingkungan.

"Penelitian ini memanfaatkan limbah kulit buah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk diolah menjadi bahan baku bata (eco-brick) dan genteng ramah lingkungan," kat dia, Senin (6/7/2026).

Menurut Ulfa Mashitah, inovasi tersebut lahir dari pengamatan terhadap meningkatnya limbah organik berupa kulit buah seperti pisang, jeruk, semangka, pepaya, dan melon yang dihasilkan dari pelaksanaan program MBG di sekolah.

"Jika tidak dikelola, limbah ini akan berakhir di TPA dan menyumbang emisi gas rumah kaca," jelas Ulfa.

Sementara itu, Ahmad Zaki Mubarak menerangkan limbah kulit buah dikumpulkan, dikeringkan, kemudian digiling menjadi bubuk sebelum dicampur dengan tanah liat, semen, dan perekat alami untuk dicetak menjadi bata serta genteng.

Ia menyebutkan, berdasarkan hasil presentasi di hadapan dewan juri, produk eco-brick dan genteng yang dikembangkan siswa MAN 1 Medan memiliki kualitas yang kompetitif, mulai dari aspek keberlanjutan lingkungan, bobot yang ringan, daya tahan, hingga kualitas tekstur dan ketahanan terhadap air.

Selain mengikuti presentasi ilmiah, para peserta juga berpartisipasi dalam pameran inovasi, diskusi akademik, dan sesi pertukaran pengalaman bersama delegasi dari berbagai negara untuk memperluas wawasan serta jejaring kolaborasi internasional.

Kepala MAN 1 Medan, Reza Faisal, S.Pd., M.PMat., menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswanya yang berhasil bersaing dalam ajang internasional tersebut.

"Alhamdulillah, pencapaian Gold Medal ini merupakan hasil kerja keras para siswa, guru pembimbing, serta dukungan seluruh keluarga besar MAN 1 Medan," ujar Reza.

Prestasi ini membuktikan bahwa siswa madrasah mampu menghasilkan inovasi yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat internasional.

"Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berkarya, meneliti, dan menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat serta membawa nama baik MAN 1 Medan di dunia internasional," ujarnya.

Reza menilai raihan medali emas tersebut menjadi kebanggaan bagi MAN 1 Medan, masyarakat Sumatera Utara, dan Indonesia sekaligus memperkuat posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang konsisten melahirkan generasi inovatif dan berdaya saing global.

"Selamat dan sukses kepada Tim Karya Ilmiah MAN 1 Medan atas raihan Gold Medal pada Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) INNOPA WIIPA 2026 di Osaka, Jepang. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berinovasi dan berkarya demi kemajuan bangsa," tandas Reza. (*)