Bangkit Pascabanjir, KBM MAN 1 Tapanuli Tengah Kembali Normal Meski Pemulihan Masih Berjalan
MAN 1 Tapanuli Tengah berhasil memulihkan kegiatan belajar mengajar pascabanjir besar yang merusak hampir seluruh fasilitas madrasah. Meski pemulihan masih berlangsung, KBM kini kembali normal berkat gotong royong dan dukungan pemerintah pusat serta daerah.
RINGKASAN BERITA:
-
Banjir besar merusak 22 ruang kelas dan fasilitas utama MAN 1 Tapteng pada November 2025.
-
KBM kembali normal sejak 12 Januari 2026, setelah melalui pembelajaran terbatas dan sistem bergantian.
-
Pemulihan didukung pemerintah pusat dan daerah, termasuk bantuan PUPR dan Kementerian Agama RI.
RIAUCERDAS.COM, TAPTENG - Aktivitas belajar mengajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tapanuli Tengah kembali berjalan normal setelah sempat lumpuh akibat banjir besar yang melanda kawasan Kecamatan Barus.
Meski demikian, proses pemulihan sarana dan prasarana madrasah hingga kini masih terus dilakukan secara bertahap.
Dilansir dari portal resmi Kemenag RI, Kepala MAN 1 Tapanuli Tengah, Elmaryanti Marbun, mengatakan banjir yang terjadi pada 25 November 2025 menyebabkan hampir seluruh area madrasah terendam air setinggi hampir dua meter.
Banjir membawa lumpur, material tanah, dan gelondongan kayu yang menutupi bangunan serta merusak fasilitas pendidikan, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa dihentikan sementara.
“Sebanyak 22 ruang kelas terdampak langsung. Selain itu, ruang Kepala Madrasah, ruang Kepala Tata Usaha, ruang bendahara, ruang staf tata usaha, ruang guru, laboratorium komputer, perpustakaan, hingga masjid madrasah turut terendam banjir,” ujar Elmaryanti.
Ia menjelaskan, pada hari ketiga pascabanjir, sejumlah guru mulai mendatangi madrasah untuk meninjau kondisi.
Namun pembersihan belum dapat dilakukan karena lumpur masih sangat tebal serta terbatasnya akses dan sarana pendukung.
Kondisi tersebut diperparah oleh kelangkaan bahan bakar minyak di wilayah Kecamatan Barus yang menghambat mobilisasi alat pembersihan.
Memasuki dua minggu pascabanjir, pembersihan mulai dilakukan secara bertahap melalui gotong royong para guru dengan dukungan masyarakat sekitar.
Tujuh ruang kelas dan ruang guru ditetapkan sebagai prioritas awal, sementara siswa belum dilibatkan demi alasan keselamatan.
“Pada 10 Desember 2026, beberapa ruang kelas sudah bisa digunakan untuk pembelajaran terbatas. Siswa mulai dilibatkan dalam pembersihan ringan, seperti membersihkan meja dan kursi masing-masing,” jelasnya.
Proses pemulihan juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dan Pemerintah Kecamatan Barus yang menurunkan alat berat berupa ekskavator untuk membersihkan halaman madrasah.
Pembersihan dilakukan bersama aparat kecamatan dan tenaga PPPK selama sekitar satu minggu, meskipun sempat terhenti akibat kerusakan alat berat.
Elmaryanti menambahkan, KBM kembali aktif pada 5 Januari 2026 dengan sistem pembelajaran bergantian pagi dan siang.
Sejak 12 Januari 2026, pembelajaran telah berjalan normal, meski masih tersisa satu ruang kelas di bagian belakang yang dalam proses pembersihan manual.
Selain itu, MAN 1 Tapanuli Tengah juga menerima bantuan dari Kementerian PUPR melalui Program Penanggulangan Hasil Tindak Cepat (PHTC) serta dukungan Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam berupa tenda, genset, alat kebersihan, papan tulis, dan 90 set meja serta kursi siswa.
“Dengan dukungan berbagai pihak, kami optimis MAN 1 Tapanuli Tengah dapat segera pulih sepenuhnya dan terus memberikan layanan pendidikan secara optimal,” pungkasnya. (*)