Siswa SDN 012 Buluh Rampai Diedukasi Soal Perlindungan Diri oleh Mahasiswa Kukerta Unri

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau menggelar sosialisasi tentang kesetaraan gender dan perlindungan diri bagi siswa SDN 012 Buluh Rampai. Melalui kegiatan ini, siswa dibekali pemahaman mengenai hak yang setara serta cara melindungi diri dari tindakan yang membahayakan.

Siswa SDN 012 Buluh Rampai Diedukasi Soal Perlindungan Diri oleh Mahasiswa Kukerta Unri
Mahasiswa Kukerta Unri mengedukasi siswa SDN 012 Buluh Rampai tentang kesetaraan gender dan perlindungan diri untuk mencegah kekerasan sejak dini pada Sabtu (18/7/2026). (Sumber: Kelompok Kukerta Unri Desa Buluh Rampai)

RINGKASAN BERITA:

  • Mahasiswa Kukerta Unri mengedukasi siswa SDN 012 Buluh Rampai tentang kesetaraan gender dan perlindungan diri untuk mencegah kekerasan sejak dini.
  • Siswa dibekali pengetahuan mengenali batasan tubuh, berani menolak tindakan yang mengancam, dan melapor kepada orang dewasa yang dipercaya.
  • Sosialisasi dikemas secara interaktif melalui video edukasi dan kuis berhadiah sehingga mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

RIAUCERDAS.COM, INDRAGIRI HULU - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (Unri) membekali siswa SDN 012 Buluh Rampai dengan pengetahuan tentang perlindungan diri dan kesetaraan gender.

Hal itu sebagai langkah meningkatkan kesadaran sejak dini terhadap hak anak dan pencegahan kekerasan. Sosialisasi tersebut digelar pada Sabtu (18/7/2026) dan diikuti siswa kelas IV, V, serta VI.

Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan antara mahasiswa Kukerta dan para peserta untuk membangun suasana belajar yang akrab dan interaktif sebelum memasuki penyampaian materi.

Materi mengenai kesetaraan gender disampaikan oleh Ulva Mayasari dan Nofry Dwi Adindio.

Keduanya menjelaskan bahwa setiap anak, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki hak, kesempatan, dan tanggung jawab yang sama dalam memperoleh pendidikan, mengikuti berbagai kegiatan, serta mengembangkan potensi diri tanpa diskriminasi.

Selanjutnya, Marsa Syifa Syauqi menyampaikan materi tentang perlindungan diri.

Dalam sesi tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali batasan tubuh, menjaga diri dari tindakan yang tidak pantas, berani mengatakan "tidak" terhadap perilaku yang mengancam, serta segera melaporkan kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan yang membahayakan.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, mahasiswa Kukerta bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Masyitah, S.TP., M.Si., juga menayangkan video edukasi mengenai perlindungan diri. Tayangan tersebut mendapat sambutan antusias dari para siswa.

Sebagai evaluasi terhadap materi yang telah diberikan, kegiatan dilanjutkan dengan kuis interaktif yang dipandu Nurul Fazira dan Risma Ariska Putri.

Para siswa tampak aktif menjawab berbagai pertanyaan seputar materi yang telah dipelajari.

Peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar memperoleh reward sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan dan pemahaman mereka selama mengikuti sosialisasi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kukerta Unri berharap siswa SDN 012 Buluh Rampai semakin memahami bahwa setiap individu memiliki hak yang sama tanpa memandang jenis kelamin, sekaligus mampu menerapkan langkah-langkah perlindungan diri dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa Kukerta, guru, dan seluruh peserta sebagai dokumentasi pelaksanaan sosialisasi.

Kelompok Kukerta tersebut diketuai Yehezkiel Juansen Sinaga, dengan Aulia Dwinda Rifani sebagai Sekretaris I, Calista Leony Tri Ardini sebagai Sekretaris II, dan Ulva Mayasari sebagai bendahara.

Anggota lainnya terdiri atas Marsa Syifa Syauqi (acara), Rifka Junita (humas), Risma Ariska Putri (konsumsi), Nofry Dwi Adindio (perlengkapan), serta Rissa Ariani Nasution dan Nurul Fazira pada bidang PPD. (rls)