TPG Rp37,5 Miliar Sudah Cair untuk 10.230 Guru di Dumai
Kemendikdasmen telah menyalurkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) senilai lebih dari Rp37,5 miliar kepada 10.230 guru dan tenaga kependidikan di Kota Dumai hingga Mei 2026. Sejumlah guru mengaku bantuan tersebut tidak hanya meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga mendorong inovasi pembelajaran dan pengembangan kompetensi.
RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 10.230 guru dan tenaga kependidikan di Dumai telah menerima TPG dengan total anggaran lebih dari Rp37,5 miliar hingga Mei 2026.
- Sejumlah guru memanfaatkan TPG untuk mendukung inovasi pembelajaran, memberikan penghargaan kepada murid, hingga mengembangkan media belajar digital berbasis STEM.
- Kemendikdasmen menegaskan TPG sebesar Rp2 juta per bulan disalurkan langsung kepada guru sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan dan profesionalisme pendidik.
RIAUCERDAS.COM, DUMAI - Penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) di Kota Dumai tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan guru, tetapi juga memunculkan berbagai inovasi pembelajaran di sekolah.
Hingga Mei 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyalurkan TPG kepada 10.230 guru dan tenaga kependidikan (GTK) di Kota Dumai dengan nilai mencapai lebih dari Rp37,5 miliar.
Sejumlah guru di SD Maitreyawira Dumai mengaku memanfaatkan TPG untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sekaligus mengembangkan kompetensi profesional mereka sebagai pendidik.
Salah satunya disampaikan oleh Dini Retnoasri, guru sekaligus wali kelas 6 SD Maitreyawira.
Setelah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), ia mulai menerapkan berbagai metode pembelajaran yang menekankan nilai kebersamaan dan kasih sayang di dalam kelas.
Dini bahkan menyisihkan sebagian dana yang diterimanya untuk memberikan penghargaan sederhana kepada murid yang aktif dan berprestasi saat mengikuti pelajaran.
Selain sisi finansial yang membaik, TPG mendorong kami untuk membuat murid senang untuk belajar.
"Saya pribadi menyisihkan sebagian bantuan TPG ini dengan memberikan alat tulis kepada murid yang bisa menjawab pertanyaan di kelas. Mereka sangat senang dan akhirnya menambah semangat untuk belajar dan bersekolah," ujarnya.
Pengalaman serupa juga dirasakan Dewi Fatma Nasution, guru kelas 4 SD Maitreyawira.
Menurutnya, manfaat TPG tidak hanya dirasakan guru, tetapi juga mampu menciptakan hubungan yang lebih erat antara pendidik dan peserta didik.
Dewi mengenang dukungan yang diberikan murid-muridnya saat ia menjalani proses Pendidikan Profesi Guru, termasuk ketika harus menyelesaikan berbagai tugas pembelajaran.
Setelah berhasil menyelesaikan program tersebut dan menerima TPG, ia mengajak murid-muridnya menikmati es krim bersama sebagai bentuk apresiasi.
"Anak-anak ikut senang dan merasa menjadi bagian dari perjuangan. Momen itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya sebagai guru. Semoga TPG terus dilanjutkan dan diperluas agar semakin banyak guru di seluruh Indonesia yang memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi sekaligus kesejahteraan," tutur Dewi.
Sementara itu, guru kelas 3 SD Maitreyawira, Intan Safura, memanfaatkan dukungan TPG untuk memperkuat kemampuan di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Dalam proses pembelajaran, ia kerap menggunakan berbagai media digital interaktif seperti kuis, teka-teki silang, permainan memori, hingga aktivitas benar atau salah.
Menurut Intan, penggunaan teknologi dalam pembelajaran membuat murid lebih aktif, antusias, dan lebih mudah memahami materi yang disampaikan di kelas.
Selain membantu dari sisi ekonomi, TPG juga menjadi motivasi baginya untuk terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan dan seminar pendidikan.
“Ke depan saya ingin mengikuti banyak pelatihan dan workshop, terutama yang berkaitan dengan STEM. Dengan TPG ini saya yakin dapat terus mengembangkan kemampuan dan menghadirkan pembelajaran yang semakin inovatif bagi murid,” kata Intan.
Menanggapi berbagai dampak positif tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza,Ul Haq, Jumat (5/6/2026) mengapresiasi kontribusi guru dan seluruh warga SD Maitreyawira dalam memajukan pendidikan di Kota Dumai.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya ditopang sekolah negeri, tetapi juga melibatkan sekolah swasta yang turut berkontribusi menghadirkan layanan pendidikan bermutu bagi masyarakat.
Bukan hanya sekolah negeri, peran sekolah dan guru di lembaga pendidikan swasta juga menjadi bagian dari partisipasi semesta untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.
Kemendikdasmen memastikan penyaluran TPG sebesar Rp2 juta per bulan diberikan langsung setiap bulan kepada para penerima manfaat.
"Kebijakan ini menjadi wujud keberpihakan pemerintah kepada guru, baik yang mengajar di sekolah negeri maupun sekolah swasta,” pungkas Fajar saat berkunjung ke SD Maitreyawira, Dumai. (*)