Bunda PAUD Inhil Dorong Guru PAUD Lestarikan Budaya Melayu Lewat Tari Tradisional
Bunda PAUD Kabupaten Indragiri Hilir mengapresiasi Workshop Tari Tradisional Melayu bagi tenaga pendidik PAUD dalam rangka HUT IGTKI-PGRI ke-76. Kegiatan ini dinilai penting untuk menanamkan karakter dan kecintaan budaya Melayu sejak usia dini.
RINGKASAN BERITA:
- Workshop tari Melayu digelar untuk meningkatkan kreativitas guru PAUD di Indragiri Hilir.
- Bunda PAUD menilai tari tradisional penting untuk pembentukan karakter anak usia dini.
- Kegiatan menghadirkan Putra Kebudayaan Indonesia 2024 sebagai narasumber.
RIAUCERDAS.COM, TEMBILAHAN - Pelestarian budaya Melayu mulai didorong sejak pendidikan anak usia dini di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Salah satunya melalui Workshop Tari Tradisional Melayu bagi tenaga pendidik PAUD se-Kabupaten Inhil yang digelar di TK Negeri Pembina, Jalan Keritang, Tembilahan, Sabtu (16/05/2026).
Kegiatan dalam rangka HUT IGTKI-PGRI ke-76 Tahun 2026 itu mendapat apresiasi dari Bunda PAUD Kabupaten Inhil, Katerina Susanti Herman.
Menurutnya, pengenalan seni dan budaya daerah sejak dini memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak.
Workshop tersebut menghadirkan narasumber Muhammad Rizki Nur Asri yang memberikan materi terkait seni tari tradisional Melayu kepada para guru PAUD.
Katerina mengatakan, masa anak usia dini merupakan periode emas dalam menanamkan nilai kehidupan, termasuk kecintaan terhadap budaya lokal.
Pemerintah Kabupaten Inhil, katanya, sangat mengapresiasi workshop tari tradisional ini.
Anak usia dini merupakan masa keemasan dalam pembentukan karakter dan nilai kehidupan.
"Melalui tari Melayu, anak-anak tidak hanya dikenalkan pada budaya daerah, tetapi juga dapat merangsang kemampuan motorik serta menggali bibit unggul sesuai bakat dan minat mereka,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan tersebut dapat membantu tenaga pendidik menghadirkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan menyenangkan bagi anak-anak.
Selain menjadi sarana edukasi, workshop tari tradisional Melayu juga diharapkan mampu menjadi langkah konkret dalam menjaga kelestarian budaya Melayu di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi.
Katerina berharap para guru PAUD dapat terus mengembangkan kreativitas dalam proses belajar mengajar sekaligus mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda sejak usia dini. (*)