Revitalisasi dan Digitalisasi Pendidikan di Kepri Terus Diperkuat

Provinsi Kepulauan Riau mencatat peningkatan kualitas pendidikan melalui program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran. Capaian tersebut turut mendorong IPM Kepri 2025 menempati posisi tiga nasional.

Revitalisasi dan Digitalisasi Pendidikan di Kepri Terus Diperkuat
Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat penyerahan bantuan revitalisasi di Batam. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • IPM Kepulauan Riau 2025 mencapai 80,53 dan menempati peringkat tiga nasional.
  • Sebanyak 55 persen usulan revitalisasi sekolah di Kepri telah diverifikasi layak bantuan.
  • Pemerintah memperkuat digitalisasi pembelajaran dan pembangunan ruang kelas baru di Batam.

RIAUCERDAS.COM, BATAM - Provinsi Kepulauan Riau mencatatkan peningkatan kualitas layanan pendidikan melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, sebagaimana disampaikan dalam rilis, Jumat (15/5/2026).

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyangnyang Haris Pratamura, mengatakan pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan bangsa.

Ia mengungkapkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri tahun 2025 berhasil menempati peringkat tiga nasional dengan skor 80,53 atau meningkat 0,18 poin dibanding tahun sebelumnya.

“Lingkungan belajar yang baik berpengaruh besar terhadap semangat murid. Melalui program revitalisasi ini, kami ingin seluruh satuan pendidikan di Kepulauan Riau menjadi tempat yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Nyangnyang juga mengapresiasi dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta jajaran pendidikan di daerah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Sementara itu, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepulauan Riau, Warsita, menjelaskan bahwa progres pembangunan fisik sekolah terus menunjukkan perkembangan positif.

Menurutnya, memasuki 2026 antusiasme daerah terhadap program revitalisasi tetap tinggi.

Dari ratusan usulan yang masuk, sekitar 55 persen telah diverifikasi layak menerima bantuan revitalisasi untuk jenjang PAUD hingga SMP.

“Revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan. Ini adalah cara negara menghadirkan ruang belajar yang bermakna,” tutur Warsita.

Ia juga menyebut kesiapan daerah dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) telah mencapai 100 persen, dengan seluruh pemerintah daerah di Kepri menyelesaikan petunjuk teknis pelaksanaannya.

Di Kota Batam, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, menyatakan kesiapan penuh menghadapi SPMB 2026 untuk jenjang SD dan SMP.

Ia juga mengapresiasi kunjungan Mendikdasmen ke sekolah yang masih mengalami keterbatasan ruang kelas, seperti SD Negeri 001 Sungai Beduk yang masih menerapkan tiga shift belajar.

“Pak Menteri melihat langsung kondisi di lapangan dan memutuskan bantuan diubah menjadi pembangunan ruang kelas baru,” ujar Hendri.

Selain revitalisasi, digitalisasi pembelajaran juga menjadi fokus utama.

Hingga 2025, bantuan perangkat digital telah menjangkau ribuan sekolah di Kepri.

Pada 2026, pemerintah akan fokus memperkuat pemanfaatan perangkat tersebut melalui pelatihan bagi tenaga pendidik.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa seluruh kebijakan pendidikan, mulai dari revitalisasi hingga digitalisasi, bertujuan untuk menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh murid.

“Kata kunci dalam pendidikan itu adalah memuliakan. Kita harus memuliakan ilmu, memuliakan guru, dan yang paling utama adalah memuliakan murid,” kata dia. (*)