TKA Bantul Libatkan 12.663 Siswa, Kolaborasi Lintas Lembaga Jadi Kunci Kelancaran

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Kabupaten Bantul berjalan lancar dengan partisipasi tinggi. Keberhasilan ini ditopang sinergi lintas lembaga serta kesiapan teknis dan pengalaman asesmen sebelumnya.

TKA Bantul Libatkan 12.663 Siswa, Kolaborasi Lintas Lembaga Jadi Kunci Kelancaran
Suasana pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SD yang diselenggarakan di Bantul. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • Sebanyak 12.663 siswa dari 399 sekolah di Bantul mengikuti TKA dengan partisipasi tinggi.
  • Kendala listrik dan internet berhasil diatasi melalui kesiapan teknis dan pengalaman sebelumnya.
  • Hasil TKA akan menjadi dasar kebijakan pendidikan berbasis data di masa depan.

RIAUCERDAS.COM, BANTUL - Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan satuan pendidikan menjadi faktor utama kelancaran pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Kabupaten Bantul.

Kolaborasi ini dinilai mampu mengatasi berbagai kendala teknis sekaligus menjaga tingginya partisipasi peserta.

Sebanyak 399 satuan pendidikan yang terdiri dari 366 Sekolah Dasar dan 33 Madrasah Ibtidaiyah turut ambil bagian dalam pelaksanaan TKA.

Total peserta mencapai 12.663 siswa, mencerminkan tingkat keikutsertaan yang tinggi dari sasaran jenjang SD/MI/sederajat.

Pelaksanaan asesmen nasional ini melibatkan dukungan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY, serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul.

Kepala BPMP DIY, Mohammad Adi Hartono, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan berjalan dengan baik meskipun terdapat kendala teknis di lapangan.

“Secara umum pelaksanaan TKA di Kabupaten Bantul berjalan dengan baik. Kendala yang muncul umumnya terkait listrik dan jaringan internet, namun telah diantisipasi dengan penyediaan cadangan seperti genset,” ujarnya, Selasa (22/4/2026).

Ia menambahkan bahwa kesiapan tersebut tidak terlepas dari pengalaman pelaksanaan asesmen sebelumnya yang membuat tim di lapangan lebih sigap dalam menghadapi hambatan.

“Kami sudah cukup terlatih melalui pelaksanaan sebelumnya, sehingga meskipun ada kendala, penanganannya dapat dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi,” tambahnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pembaruan data pendidikan sebagai dasar kebijakan yang akurat.

“Data Dapodik harus terus diperbarui karena menjadi tulang punggung perencanaan pendidikan. Ketidaksinkronan data dapat berdampak pada kebijakan yang diambil,” jelasnya.

Ia juga menyoroti keterbatasan perangkat teknologi di sejumlah sekolah, yang menyebabkan beberapa satuan pendidikan harus mengatur pembagian sesi ujian.

“Ketersediaan perangkat seperti komputer masih menjadi tantangan, sehingga beberapa sekolah harus membagi sesi pelaksanaan atau memanfaatkan perangkat tambahan,” tutur dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, menegaskan bahwa pelaksanaan TKA merupakan bagian dari sistem asesmen yang telah dipersiapkan secara matang.

“Pelaksanaan TKA ini bukan kegiatan yang tiba-tiba, tetapi sudah dirancang untuk mendorong anak-anak memiliki kemampuan dan inspirasi belajar yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa satuan pendidikan di Bantul telah memiliki pengalaman melalui Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) yang kini berkembang menjadi TKA dan TKA Daerah.

“Sebelumnya kita telah melaksanakan ASPD, dan saat ini bertransformasi menjadi TKA serta TKA-D. Ini merupakan upaya untuk memastikan capaian belajar siswa dapat diukur secara lebih objektif dan terstandar,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hasil TKA memiliki peran penting bagi perjalanan pendidikan siswa.
“Hasil TKA merupakan capaian individu siswa yang dapat digunakan sebagai salah satu dasar untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya,” tegas Nugroho.

Ia juga mengapresiasi kesiapan sekolah-sekolah di Bantul yang dinilai menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan asesmen tersebut.

“Kami melihat kesiapan sekolah-sekolah di Bantul sangat baik. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam memastikan program TKA berjalan optimal,” tambahnya.

Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA di Bantul mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas sektor, didukung kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia, serta pengalaman asesmen sebelumnya.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menegaskan bahwa hasil TKA akan menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan ke depan.

“Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan nasional yang lebih tepat sasaran, berbasis data, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran,” tuturnya. (*)