Mahasiswa UNRI Asal Dayun Ciptakan Lampu Berbahan Air Gambut, Raih Emas di Ajang Inovasi Internasional
Mahasiswa Universitas Riau asal Kabupaten Siak berhasil meraih penghargaan internasional setelah mengembangkan lampu energi alternatif berbasis air gambut. Inovasi tersebut mampu menghasilkan penerangan hingga 408 jam menggunakan satu liter air gambut dan berpotensi menjadi solusi energi ramah lingkungan di daerah terpencil.
RINGKASAN BERITA:
- Mahasiswa UNRI meraih Gold Medal dan Contribution Award dalam kompetisi inovasi internasional yang diikuti 11 negara.
- Lampu berbasis air gambut mampu menyala hingga 408 jam hanya dengan satu liter air gambut.
- Pemerintah Kabupaten Siak siap mendukung pengembangan riset lanjutan dan pendidikan penemunya.
RIAUCERDAS.COM, SIAK - Inovasi pemanfaatan air gambut sebagai sumber energi alternatif mengantarkan mahasiswa Universitas Riau (Unri) , Julis Andreas Wijaya Gea, meraih penghargaan internasional dalam ajang Perlis International Engineering Invention & Innovation Exhibition yang diikuti peserta dari 11 negara.
Mahasiswa asal Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak itu berhasil membawa pulang Gold Medal dan Contribution Award berkat riset yang mengubah air gambut menjadi sumber listrik untuk penerangan.
Andreas mengungkapkan penelitian tersebut berawal dari kondisi lingkungan di daerah asalnya yang memiliki hamparan lahan gambut luas dan ketersediaan air gambut yang melimpah.
“Berawal dari studi literatur berbagai jurnal ilmiah, saya menemukan ternyata air gambut memiliki tingkat keasaman (pH) antara 3 hingga 5 dan mengandung elektrolit alami yang berpotensi menghantarkan arus listrik apabila dipadukan dengan jenis logam tertentu,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Berdasarkan temuan tersebut, Andreas bersama tim melakukan eksperimen menggunakan metode sel volta atau sel elektrokimia.
Mereka memanfaatkan air gambut yang dipadukan dengan lempengan tembaga sebagai katoda dan seng sebagai anoda untuk menghasilkan energi listrik.
Hasil pengujian menunjukkan prototipe lampu yang dikembangkan mampu menghasilkan daya sebesar 1 watt dan menyala stabil hingga 408 jam hanya dengan menggunakan satu liter air gambut.
“Melalui serangkaian pengujian dan pengukuran kestabilan tegangan, tim berhasil menciptakan prototipe lampu alternatif berkekuatan 1 watt yang mampu menyala stabil hingga 408 jam hanya dengan menggunakan 1 liter air gambut,” terang Andreas.
Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Afni Z saat menerima Andreas di rumah dinas bupati pada 25 Mei 2026.
“Tentu kami mengapresiasi dan bangga atas capaian mahasiswa asal Kabupaten Siak yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat internasional melalui karya inovatif berbasis riset dan kepedulian lingkungan,” ujar Afni.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan potensi besar generasi muda Siak dalam bidang riset dan teknologi.
Pemerintah Kabupaten Siak juga menyatakan kesiapan mendukung Andreas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Tentu kita sangat mendukung pengembangan riset lanjutan agar inovasi tersebut dapat disempurnakan dan nantinya diaplikasikan secara nyata bagi masyarakat, khususnya untuk membantu penerangan di kawasan pelosok maupun daerah lahan gambut yang belum terjangkau listrik secara maksimal,” jelasnya.
Andreas berharap inovasi yang dikembangkannya tidak berhenti pada pencapaian penghargaan semata.
Ia ingin teknologi berbasis air gambut tersebut dapat terus disempurnakan melalui kolaborasi berbagai pihak sehingga menjadi solusi energi yang mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (*)