BKKBN Riau Perkuat Program GATI, Sebut 24 Persen Anak Kehilangan Peran Ayah
BKKBN Perwakilan Riau terus menguatkan Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai upaya meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Program ini diperkuat melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) yang telah ditindaklanjuti pemerintah daerah di Riau.
RINGKASAN BERITA:
- BKKBN Riau menguatkan Program GATI untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak di tengah data 24 persen anak kehilangan figur ayah.
- Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) menjadi implementasi GATI dan telah didukung pemerintah daerah melalui surat edaran.
- BKKBN menilai kehadiran ayah pada hari pertama sekolah mampu meningkatkan rasa aman, kepercayaan diri, dan semangat belajar anak.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Riau menjadikan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai salah satu program prioritas untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan anak.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap masih tingginya jumlah anak yang kehilangan figur ayah dalam kehidupan sehari-hari.
Program tersebut dipaparkan Kepala BKKBN Riau, Mhd. Irzal SE, ME saat Forum Komunikasi Publik bersama Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Provinsi Riau di Pekanbaru, Senin (13/7/2026).
Menurut Irzal, GATI merupakan program yang lahir setelah terbentuknya Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga/BKKBN).
Program ini mendorong para ayah tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga memberikan dukungan moral, perhatian, dan kasih sayang kepada anak serta keluarga.
"Secara fisik memang kadang Ayah ada. Tapi karena pekerjaan, kasih sayangnya tidak dirasakan. Berdasarkan data, sekitar 24 persen anak kehilangan sosok seorang ayah," kata dia.
Sebagai implementasi GATI, BKKBN meluncurkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) pada hari pertama masuk sekolah.
Program tersebut telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Riau serta pemerintah kabupaten dan kota melalui penerbitan surat edaran.
Menurut Irzal, kehadiran ayah pada hari pertama sekolah memberikan dampak positif terhadap perkembangan psikologis anak.
Kehadiran tersebut membantu anak merasa lebih tenang, percaya diri, serta lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.
"Langkah kecil saat Ayah mengantar anak juga punya makna besar. Karena perjalanan ke sekolah jadi ruang hangat untuk menumbuhkan rasa aman dan kedekatan," kata Irzal.
Ia menambahkan, kebersamaan antara ayah dan anak dalam perjalanan menuju sekolah juga menjadi bentuk dukungan emosional yang memberikan pesan bahwa anak tidak menghadapi hari pertamanya seorang diri.
Selain GATI, BKKBN Riau juga menjalankan sejumlah program pembangunan keluarga lainnya, seperti Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING), serta Program Lansia Berdaya.
Dalam kesempatan itu, Irzal juga menegaskan pentingnya peran media dalam menyosialisasikan berbagai program pembangunan keluarga kepada masyarakat.
"Media inilah yang memberi informasi ke seluruh masyarakat. Baik elektronik maupun cetak berkontribusi membesarkan BKKBN," katanya.
Ia berharap dukungan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, media, dan masyarakat, dapat memperkuat pelaksanaan GATI sehingga semakin banyak ayah yang terlibat aktif dalam pengasuhan anak sebagai bagian dari upaya membangun keluarga berkualitas. (*)