Diresmikan Wabup, Jembatan Gantung Perintis Garuda Buka Akses Ekonomi dan Pendidikan di Gajah Bertalut
Peresmian Jembatan Gantung Perintis Garuda oleh Wakil Bupati Kampar mengakhiri penderitaan warga Desa Gajah Bertalut yang selama ini terpaksa menyeberangi sungai. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mempercepat roda ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan di kawasan pelosok.
RINGKASAN BERITA:
- Warga Desa Gajah Bertalut kini tak perlu lagi turun menyeberangi sungai untuk bersekolah atau menjual hasil panen ke luar desa.
- Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk intervensi dan perhatian langsung dari Presiden RI yang dieksekusi oleh prajurit Kodim 132 KPR.
- Momen peresmian dimanfaatkan Wakil Bupati Kampar untuk "belanja masalah", menampung langsung aspirasi warga terkait krisis listrik dan air bersih di desa tersebut.
RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Masalah warga Desa Gajah Bertalut, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, yang selama ini harus menembus aliran sungai demi aktivitas sehari-hari akhirnya usai.
Sebuah asa baru kini membentang seiring langkah Wakil Bupati Kampar, Dr. Misharti, S.Ag., M.Si., saat meresmikan Jembatan Gantung Perintis Garuda di wilayah teritorial Kodim 0331/KPR pada Sabtu (11/7/2026).
Fasilitas penyeberangan yang digarap langsung oleh prajurit Kodim 132 KPR tersebut bukanlah infrastruktur biasa.
Pembangunan jembatan ini diklaim sebagai bentuk kepedulian dan bukti nyata kehadiran Presiden Republik Indonesia dalam memperhatikan denyut kehidupan masyarakat di kawasan pelosok Kampar.
"Jembatan ini bukan sekadar penghubung fisik, tetapi penghubung harapan," ungkap Misharti usai meresmikan.
Dengan adanya akses jalan, tentunya akan lebih memudahkan masyarkat dan anak-anak untuk beraktifitas tanpa harus menyeberangi sungai.
"Petani bisa membawa hasil panen dan pelayanan kesehatan bisa lebih cepat menjangkau warga," katanya.
Tidak sekadar melakukan pemotongan pita atau perayaan seremonial, Misharti tampak langsung melebur bersama masyarakat setempat.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat, sang Wakil Bupati menyerap berbagai keluh kesah warga yang masih menantikan sentuhan pembangunan lanjutan, terutama terkait krisis jaringan listrik, susahnya pasokan air bersih, hingga kebutuhan infrastruktur penunjang lainnya.
Turun langsungnya orang nomor dua di Kabupaten Kampar ini ke akar rumput dinilai merepresentasikan gaya kepemimpinan yang merakyat.
Langkah ini disebut sangat selaras dengan visi utama pemerintah daerah, yakni mewujudkan 'Kampar Dihati'.
Sebagai penutup rangkaian kunjungannya, Misharti menggandeng jajaran Forkopimda, aparatur kecamatan, serta perangkat desa untuk menyalurkan 20 paket sembako kepada penduduk sekitar.
Momen bersejarah bagi kemajuan desa ini turut disaksikan oleh berbagai elemen penting.
Tampak hadir di tengah kerumunan, Mayor Inf Hendri yang datang mewakili Komandan Kodim 0331 KPR, Baitul Muadis sebagai utusan Kapolres, Camat Kampar Kiri Hulu Bustamar, S.Pd., Kepala Desa Gajah Bertalut B. Zubir, S.Pd., beserta segenap warga desa dan tamu undangan yang antusias.
"Saya selaku perwakilan Pemerintah Daerah berterima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan Kodim 132 KPR atas pembangunan jembatan ini, mari kita sama-sama jaga jembatan ini dan semoga dapat membantu masyarkat serta meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Gajah Bertalut," tandasnya.(Adv)