Kemendikdasmen Kukuhkan 70 Duta Bintang Sobat SMP 2026, Jadi Agen Sekolah Aman dan Ramah Anak

Kemendikdasmen mengukuhkan 70 Duta Bintang Sobat SMP (BSS) 2026 sebagai agen perubahan untuk memperkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di seluruh Indonesia. Para duta juga didorong menjadi pelopor budaya digital sehat serta penggerak pencegahan perundungan, kekerasan, dan intoleransi.

Kemendikdasmen Kukuhkan 70 Duta Bintang Sobat SMP 2026, Jadi Agen Sekolah Aman dan Ramah Anak
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengukuhkan 70 Duta Bintang Sobat SMP (BSS) 2026 sebagai agen perubahan. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • Kemendikdasmen mengukuhkan 70 Duta Bintang Sobat SMP 2026 sebagai agen perubahan untuk memperkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di seluruh Indonesia.
  • Para duta diberi mandat membangun budaya digital sehat, menangkal hoaks, serta menjadi pelopor pencegahan perundungan, intoleransi, dan kekerasan di sekolah.
  • Andrew Arsya Mandala dari SMPN 2 Padang, Juara I BSS 2026, membagikan kisah suksesnya setelah gagal pada seleksi tahun sebelumnya.

RIAUCERDAS.COM, TANGERANG - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengukuhkan 70 Duta Bintang Sobat SMP (BSS) 2026 sebagai agen perubahan yang akan memimpin penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) di berbagai daerah.

Para duta tidak hanya dibekali peran membangun lingkungan belajar yang ramah anak, tetapi juga menjadi pelopor budaya digital yang sehat dan edukatif.

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen memperkuat Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) melalui keterlibatan aktif peserta didik dalam menciptakan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.

Langkah ini juga didukung oleh hadirnya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026, serta Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan, para Duta BSS berada di garda terdepan dalam membangun budaya digital yang sehat sekaligus menjadi penggerak Gerakan Rukun Sama Teman di lingkungan sekolah.

"Para duta telah menjadi inspirasi bagi sahabat-sahabat kalian dan tetaplah menjadi sobat bagi teman kalian sesama finalis BSS. Kalian akan menjadi Bintang Indonesia dan harapan Indonesia menjadi negara hebat, maju, berdaulat, dan bermartabat. Saya harap perhelatan ini tidak sampai di sini saja tapi ada kelanjutannya," kata dia dalam siaran pers, Jumat (10/7/2026).

Ia menilai para finalis yang berasal dari berbagai daerah memiliki tanggung jawab menjadi teladan di sekolah masing-masing.

"Kalian yang 70 itu adalah bintang-bintang yang bertebaran di seluruh Indonesia. Kalianlah yang akan menerangi Indonesia dengan cahaya kalian sebagai para bintang. Selamat dan jadilah bintang di sekolah masing-masing, jadilah terang bagi mereka yang pesimis dengan masa depan," tuturnya.

Abdul Mu'ti juga menyampaikan optimisme terhadap terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045 melalui kiprah para Duta BSS.

“Selamat kepada anak-anakku sekalian yang telah terpilih menjadi BSS 2026. Anda adalah anak-anak yang hebat yang terseleksi dari sekian ribu kandidat dan Andalah bintang yang sesungguhnya. Selamat kepada panitia yang telah melakukan penilaian dengan sangat objektif,” katanya.

“Kalian semua meyakinkan saya bahwa generasi emas 2045 akan menjadi kenyataan. Indonesia ke depan adalah Indonesia yang maju, hebat, dan bermartabat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal, Gogot Suharwoto, mengatakan pengukuhan merupakan awal dari tanggung jawab baru yang harus dijalankan para duta di daerah asal masing-masing.

Ia meminta para Duta BSS menjadi teladan bagi teman sebaya, membangun ekosistem informasi yang sehat dengan menyebarkan konten edukatif serta menangkal hoaks dan ujaran kebencian, sekaligus menjadi pelopor sekolah yang bebas dari perundungan, intoleransi, kekerasan seksual, dan kekerasan digital.

"BSS adalah agen perubahan. Wujudkan sekolah aman dan nyaman di seluruh Indonesia," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Gogot juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat SMP, dewan juri, narasumber, guru pendamping, serta orang tua yang telah mendukung lahirnya para Duta BSS 2026.

Dalam ajang tersebut, Andrew Arsya Mandala dari SMPN 2 Padang, Sumatra Barat, berhasil meraih Juara I Bintang Sobat SMP 2026. Andrew mengaku keberhasilannya merupakan hasil dari proses panjang setelah sebelumnya gagal pada seleksi tahun lalu.

“Pesan aku buat teman-teman yang mungkin kalian gagal meraih juara di tahun ini, percayalah gagal sekali bukan berarti game over karena jujur, saya tahun kemarin sempat ikut tapi gagal di tahap pertama. Alhamdulillah tahun ini rezeki. Pesan aku, teman-teman harus terus mencoba karena tidak ada yang tidak mungkin,” kata Andrew.

Guru pendamping Andrew, Ade Riza Rayahu, mengaku bangga atas pencapaian muridnya tersebut.

Ia berharap pengalaman dan prestasi Andrew dapat menginspirasi lebih banyak pelajar untuk terus berprestasi. (*)