Libatkan Perusahaan, Wali Kota Pekanbaru Targetkan Zero Stunting

Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan tidak ada lagi anak yang mengalami stunting. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, pemberian asupan gizi, vitamin, makanan tambahan, serta melibatkan perusahaan dan masyarakat sebagai orang tua asuh.

Libatkan Perusahaan, Wali Kota Pekanbaru Targetkan Zero Stunting
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menegaskan komitmen pemerintah mencapai Zero Stunting. (Sumber: pekanbaru.go.id)

RINGKASAN BERITA:

  • Pemko Pekanbaru menargetkan tercapainya zero stunting melalui kolaborasi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
  • Perusahaan didorong menjadi bagian dari pemenuhan gizi anak melalui dukungan pendanaan dan program orang tua asuh.
  • Pemerintah akan menyalurkan vitamin dan makanan tambahan kepada anak-anak yang terdata mengalami stunting dan gizi buruk.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan masyarakat untuk mempercepat penanganan stunting.

Langkah tersebut dilakukan guna mewujudkan target tidak ada lagi anak di Pekanbaru yang mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan berbagai intervensi penanganan stunting terus dilakukan melalui kerja sama lintas sektor.

Selain pemberian asupan gizi, pemerintah juga mendorong keterlibatan orang tua asuh bagi keluarga yang berisiko mengalami stunting.

"Tidak boleh ada anak Pekanbaru yang gizinya kurang, harus lengkap. Zero anak stunting," terang Agung Nugroho, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kota Pekanbaru juga menggandeng badan usaha untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak yang mengalami stunting.

Perusahaan didorong menyalurkan dukungan melalui pendanaan untuk penyediaan asupan gizi hingga anak terbebas dari stunting.

Selain itu, masyarakat juga diajak berpartisipasi dalam upaya penanganan stunting dengan memberikan bantuan atau donasi kepada anak-anak yang membutuhkan.

Berdasarkan pendataan Pemko Pekanbaru bersama kader Posyandu pada 2025, tercatat masih terdapat ribuan balita yang mengalami stunting maupun gizi buruk.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan segera mendistribusikan vitamin dan makanan tambahan kepada anak-anak yang telah teridentifikasi mengalami stunting sebagai bagian dari program percepatan penanganan.

"Kita targetkan Pekanbaru bisa zero stunting. Ini adalah misi kemanusiaan untuk menyiapkan generasi masa depan yang tangguh," tutup Agung. (*)