Mahasiswi HI UIR Jalani Magang di KBRI Bangkok, Terlibat Langsung Layani WNI

Mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional Universitas Islam Riau, Annisa Nur Sukma, menjalani program magang selama satu bulan di KBRI Bangkok, Thailand. Selama magang, ia terlibat langsung dalam pelayanan konsuler, legalisasi dokumen, hingga pendampingan urusan warga negara Indonesia.

Mahasiswi HI UIR Jalani Magang di KBRI Bangkok, Terlibat Langsung Layani WNI
Mahasiswi HI UIR menjalani magang selama satu bulan di KBRI Bangkok pada Fungsi Protokol dan Konsular. (Sumber: uir.ac.id)

RINGKASAN BERITA:

  • Mahasiswi HI UIR menjalani magang selama satu bulan di KBRI Bangkok pada Fungsi Protokol dan Konsular.
  • Selama magang, Annisa terlibat langsung dalam legalisasi dokumen, pelayanan WNI, dan kunjungan ke instansi keimigrasian Thailand.
  • Pengalaman tersebut menjadi implementasi praktik diplomasi dan pelayanan konsuler yang dipelajari di bangku kuliah.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Islam Riau (UIR), Annisa Nur Sukma, mendapat kesempatan mengikuti program magang di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok, Thailand.

Dalam program tersebut, Annisa terlibat langsung memberikan pelayanan konsuler kepada warga negara Indonesia (WNI) sebagai bagian dari praktik diplomasi di lapangan.

Program magang berlangsung selama satu bulan, mulai 1 hingga 27 Juli 2026.

Setibanya di Bangkok pada 1 Juli, Annisa ditempatkan pada Fungsi Protokol dan Konsular (Protkons), salah satu unit yang menangani pelayanan diplomatik dan administrasi konsuler bagi WNI maupun masyarakat internasional.

Selama pekan pertama, Annisa menjalankan berbagai tugas yang berkaitan dengan layanan konsuler, mulai dari proses legalisasi dokumen milik WNI dan institusi lokal hingga berinteraksi langsung dengan WNI yang membutuhkan bantuan penyelesaian berbagai persoalan administrasi.

Selain menjalankan tugas di lingkungan kedutaan, Annisa juga mengikuti kunjungan dinas ke sejumlah instansi di Thailand, di antaranya Imigrasi Pusat Thailand dan Departemen Konsular Kerajaan Thailand.

Pengalaman tersebut memberikan pemahaman mengenai mekanisme kerja sama bilateral antara Indonesia dan Thailand dalam penyelenggaraan layanan keimigrasian dan konsuler.

Pada agenda berikutnya, Annisa dijadwalkan mengunjungi Pusat Detensi Imigrasi (Immigration Detention Center/IDC) untuk bertemu warga negara Indonesia yang sedang menghadapi persoalan keimigrasian.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mengenai aspek kemanusiaan dalam pelayanan konsuler.

Annisa mengaku pengalaman magang di KBRI Bangkok memberikan pemahaman baru mengenai praktik diplomasi yang selama ini dipelajari di bangku kuliah.

“Sebelum datang ke KBRI Bangkok, saya belajar teori tentang protokol diplomasi, hukum internasional, dan tata kelola konsular di kelas," tutur Annisa dikutip dari laman UIR, Kamis (9/7/2026).

"Tetapi berada di sini, di fungsi yang sesungguhnya, menunjukkan kepada saya bahwa diplomasi itu bukan hanya tentang negosiasi antar negara, ia adalah tentang melayani warga negara kita dengan integritas dan profesionalisme," tambahnya.

Ketika membantu seorang WNI menyelesaikan masalah dokumennya atau mendengarkan permasalahan mereka di layanan konsular, Annisa menyadari bahwa pendidikan IR-nya menjadi bermakna melalui praktik langsung ini.

Program magang hasil kerja sama KBRI Bangkok dengan Program Studi Hubungan Internasional UIR tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang hubungan internasional, diplomasi, dan pelayanan konsuler.

Bagi UIR, keikutsertaan Annisa menjadi bukti bahwa mahasiswa UIR memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan melalui pengalaman internasional sekaligus memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dan pemerintah dalam mencetak calon diplomat serta profesional di bidang hubungan internasional. (*)