Batik Khas Rokan Hulu Jadi Sorotan di Forum Nasional APKASI 2026
Ketua TP PKK Rokan Hulu, dr. Yeni Dwi Putri, memanfaatkan forum Women Program pada HUT ke-26 APKASI di Deli Serdang untuk mempromosikan batik khas Rokan Hulu. Upaya tersebut diharapkan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi perajin batik dan pelaku UMKM daerah.
RINGKASAN BERITA:
- Ketua TP PKK Rokan Hulu mempromosikan batik khas daerah dalam forum nasional Women Program APKASI 2026.
- Batik bermotif Acek Konyang dan Keris Rokan Hulu diperkenalkan sebagai identitas budaya sekaligus produk ekonomi kreatif daerah.
- Promosi tersebut diharapkan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi perajin batik dan pelaku UMKM Rokan Hulu.
RIAUCERDAS.COM, DELI SERDANG - Batik khas Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mendapat panggung di tingkat nasional.
Hal itu terjadi saat Ketua Tim Penggerak PKK Rohul, dr. Yeni Dwi Putri, mengenakannya dalam rangkaian Women Program pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Deli Serdang, Sumatra Utara, Kamis (2/7/2026).
Forum yang dihadiri istri kepala daerah dan tokoh perempuan dari berbagai daerah di Indonesia itu mengusung tema "Penguatan Peran Perempuan Dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah".
Dalam kesempatan tersebut, dr. Yeni tampil mengenakan batik khas Rohul yang memadukan motif Batik Acek Konyang dan motif Batik Keris Rohul.
Penampilannya menjadi sarana memperkenalkan identitas budaya sekaligus potensi ekonomi kreatif Kabupaten Rohul kepada para peserta dari seluruh Indonesia.
Menurut dr. Yeni, kehadiran dalam forum berskala nasional harus dimanfaatkan untuk mempromosikan kekayaan daerah, termasuk produk unggulan hasil karya perajin lokal.
"Hari ini, di hadapan seluruh perwakilan Kabupaten se-Indonesia yang berkumpul di Deli Serdang, kami dengan bangga memperkenalkan Batik Khas Rokan Hulu. Ini adalah momentum emas. Lewat selembar kain yang kami kenakan, kita sedang menceritakan kekayaan budaya, kreativitas perajin lokal, dan potensi ekonomi kreatif yang kita miliki," tutur dr. Yeni.
Ia mengatakan promosi batik daerah tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat sektor ekonomi kreatif.
Dr. Yeni menilai perempuan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk industri batik yang menjadi salah satu identitas daerah.
Penguatan peran perempuan yang dibicarakan hari ini, tuturnya, wujud nyatanya ada pada geliat UMKM di daerah.
"Ketika kita mendorong kaum perempuan untuk aktif merawat, memproduksi, dan memakai batik khas daerah, kita tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga sedang mendongkrak daya saing ekonomi Rokan Hulu agar semakin diperhitungkan di kancah nasional," terang dia.
Di penghujung kegiatan, dr. Yeni turut menyampaikan ucapan selamat kepada APKASI yang memasuki usia ke-26 serta kepada Kabupaten Deli Serdang yang merayakan hari jadi ke-80 sekaligus menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan.
"Apresiasi setinggi-tingginya untuk APKASI yang semakin matang di usia 26 tahun, dan selamat Hari Jadi ke-80 untuk Kabupaten Deli Serdang sebagai tuan rumah yang luar biasa. Semoga semangat kolaborasi antar-daerah ini terus terjaga demi kesejahteraan masyarakat kita," katanya.
Penampilan dr. Yeni yang mengangkat batik khas Rohul mendapat respons positif dari sejumlah delegasi yang hadir.
Momentum tersebut diharapkan dapat memperluas promosi sekaligus membuka peluang pasar bagi produk batik dan pelaku UMKM Kabupaten Rohul. (adv)