2.271 Santri Raih Beasiswa Kemenag-LPDP, 90 Lulus dari PTN hingga Ma'had Aly
Kementerian Agama mencatat sebanyak 2.271 santri telah menerima beasiswa Kemenag-LPDP sejak 2023. Dari jumlah tersebut, 90 santri telah menyelesaikan pendidikan, sementara ratusan lainnya menempuh studi di berbagai PTN, PTKI, dan Ma'had Aly di Indonesia.
RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 2.271 santri menerima beasiswa Kemenag-LPDP sejak 2023, dan 90 di antaranya telah lulus.
- Penerima beasiswa menempuh pendidikan di berbagai PTN ternama, PTKI, serta sembilan Ma'had Aly mitra Kemenag.
- Program beasiswa menanggung biaya pendidikan, biaya hidup, hingga dukungan penelitian sebagai bentuk afirmasi pemerintah bagi pendidikan santri.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Program Beasiswa Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terus membuka akses pendidikan tinggi bagi kalangan santri.
Sejak diluncurkan pada 2023, sebanyak 2.271 santri telah menerima beasiswa tersebut dan 90 orang di antaranya telah menyelesaikan studi.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kemenag, Ruchman Basori, mengatakan program ini merupakan salah satu bentuk afirmasi pemerintah untuk meningkatkan kesempatan santri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan.
"Ada banyak afirmasi diberikan kepada santri, salah satunya adalah beasiswa Kemenag – LPDP untuk kuliah di berbagai perguruan tinggi," ujar Ruchman Basori di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, beasiswa Kemenag-LPDP mencakup dua komponen utama, yakni biaya pendidikan dan biaya tunjangan.
Komponen biaya pendidikan meliputi biaya pendaftaran, matrikulasi, uang kuliah tunggal, hingga pendidikan profesi.
Sementara itu, biaya tunjangan mencakup biaya hidup dan dukungan penelitian bagi penerima beasiswa.
"Sejak 2023, ada 2.271 santri penerima beasiswa. Ada 90 yang sudah menyelesaikan proses kuliahnya," papar Ruchman Basori.
Para penerima beasiswa menempuh pendidikan di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), serta Ma'had Aly.
Sejumlah PTN yang menjadi tujuan studi para santri antara lain Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Sementara pada lingkungan PTKI, penerima beasiswa tersebar di sejumlah Universitas Islam Negeri (UIN), seperti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Walisongo Semarang, UIN Alauddin Makassar, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Selain itu, sebanyak 410 santri memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Ma'had Aly.
"Selain itu, ada juga 410 santri yang mendapat beasiswa kuliah di Ma'had Aly," papar Ruchman Basori.
Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, mengatakan saat ini terdapat sembilan Ma'had Aly yang menjadi mitra penyelenggara program beasiswa Kemenag-LPDP.
Ia berharap lembaga tersebut dapat menjadi model pengembangan pendidikan tinggi berbasis pesantren yang mengedepankan tata kelola akademik dan budaya mutu.
"Ma'had Aly memiliki posisi strategis dalam menyiapkan kader ulama yang menguasai khazanah keislaman sekaligus mampu menjawab dinamika masyarakat," tuturnya.
Sembilan Ma'had Aly mitra program tersebut meliputi Ma'had Aly Kebon Jambu Cirebon, Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Jombang, Ma'had Aly Salafiyah Syafi'iyah Situbondo, Ma'had Aly As'adiyah Wajo, Ma'had Aly Sa'idusshiddiqiyah Jakarta Barat, Ma'had Aly Maslakul Huda Pati, Ma'had Aly Lirboyo Kediri, Ma'had Aly Ma'had Ulum Diniyah Mesjid Raya Bireuen, serta Ma'had Aly Al-Tarmasi Pacitan. (*)