Kepulauan Meranti Tawarkan Empat Komoditas Unggulan ke Investor Malaysia
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti membuka peluang kerja sama dagang dengan perusahaan asal Johor, Malaysia, melalui promosi empat komoditas unggulan daerah. Sagu, kelapa, udang, dan ikan diproyeksikan menjadi pintu masuk penguatan ekspor sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.
RINGKASAN BERITA:
- Kepulauan Meranti menawarkan empat komoditas unggulan—sagu, kelapa, udang, dan ikan—kepada investor asal Johor untuk memperluas pasar ekspor.
- Pemkab Meranti menyiapkan BUMD sebagai mitra strategis guna menjamin mutu produk dan stabilitas pasokan ke pasar Malaysia.
- Delegasi Grisek Jaya Sdn Bhd yang memiliki izin 39 item ekspor-impor membuka peluang terbentuknya kerja sama dagang berkelanjutan antara Meranti dan Johor.
RIAUCERDAS.COM, SELATPANJANG - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memperkuat upaya perluasan pasar ekspor dengan menawarkan empat komoditas unggulan daerah kepada delegasi perusahaan Grisek Jaya Sdn. Bhd dari Johor, Malaysia.
Langkah tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kemitraan dagang yang berkelanjutan antara kedua wilayah.
Peluang kerja sama itu dibahas dalam audiensi yang dipimpin Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, di Ruang Rapat Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Jumat (19/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Muzamil memperkenalkan komoditas sagu, kelapa, udang, dan ikan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Kepulauan Meranti.
Menurutnya, keempat komoditas tersebut memiliki prospek besar untuk memenuhi kebutuhan pasar regional maupun internasional.
“Melalui agenda site visit nanti, kami ingin mengajak tuan-tuan sekalian melihat langsung detak nadi perekonomian kami melalui empat komoditas unggulan Meranti, yaitu kelapa, sagu, udang, dan ikan. Namun tidak terbatas pada itu saja, kita juga bisa membahas komoditas lain yang dimiliki daerah ini,” kata Muzamil.
Ia menilai kunjungan delegasi Grisek Jaya tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antara dua wilayah serumpun Melayu yang memiliki kedekatan sejarah dan budaya.
Muzamil menjelaskan sagu Meranti selama ini dikenal sebagai salah satu produk sagu berkualitas yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku pangan sehat di pasar internasional.
Sementara itu, komoditas kelapa dinilai memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan industri hilir pangan di Malaysia.
Selain sektor perkebunan, Kepulauan Meranti juga menawarkan potensi hasil perikanan berupa udang dan ikan segar yang telah memiliki reputasi baik di pasar regional.
“Kami juga memiliki potensi perikanan berupa tangkapan udang dan ikan segar yang kualitasnya sudah diakui di pasar regional,” tambahnya.
Untuk mendukung masuknya investasi dan memperlancar perdagangan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyatakan siap menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Pemerintah daerah bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) akan memberikan dukungan dalam proses perizinan serta kebutuhan investor yang ingin menjalin kerja sama dengan daerah tersebut.
Menurut Muzamil, BUMD juga dipersiapkan menjadi mitra strategis dalam menjaga kualitas produk dan menjamin ketersediaan pasokan komoditas ekspor.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap komoditas yang keluar dari pelabuhan Meranti menuju Malaysia merupakan produk dengan mutu terbaik dan pasokan yang stabil,” ujarnya.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat segera ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat ekonomi bagi kedua pihak.
“Kita harus bergerak cepat. Pertemuan ini harus menjadi langkah awal kerja sama nyata antara BUMD Kepulauan Meranti dan perusahaan-perusahaan dari Malaysia. Mari kita jalin kemitraan dagang yang saling menguntungkan demi kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah rumpun Melayu ini,” terangnya.
Sementara itu, Pengurus Grisek Jaya Sdn Bhd, Kamarudin Sulaiman, menyambut baik peluang kerja sama yang ditawarkan.
Ia mengungkapkan perusahaan yang dipimpinnya telah mengantongi izin untuk 39 item kegiatan ekspor dan impor dari otoritas Malaysia.
Menurut Kamarudin, hubungan dagang antara Kepulauan Meranti dan Johor perlu dibangun secara berkelanjutan agar memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua belah pihak.
“Hal ini tidak boleh berhenti di sini saja. Harus ada kesinambungan dari kedua pihak, baik Kepulauan Meranti maupun Grisek Jaya Sdn Bhd, karena kita adalah serumpun yang hanya dipisahkan oleh Selat Melaka,” tutur Kamarudin.
Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah delegasi pengusaha Malaysia, jajaran pemerintah daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah, staf ahli bupati, para asisten, serta direksi BUMD Kepulauan Meranti. (*)