Peneliti Temukan Potensi Daun Pegagan dan Kencur Hitam untuk Terapi Pendamping Gangguan Saraf Mata
Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan penelitian yang menunjukkan kombinasi daun pegagan dan kencur hitam berpotensi menjadi terapi pendamping bagi penderita neuritis optik. Selain mendukung kesehatan, riset ini juga diarahkan untuk memberdayakan UMKM dan meningkatkan nilai ekonomi produk herbal lokal.
RINGKASAN BERITA:
- Penelitian UGM menunjukkan kombinasi daun pegagan dan kencur hitam berpotensi menjadi terapi pendamping bagi penderita neuritis optik.
- Hasil riset menyebut manfaat kombinasi kedua tanaman tersebut berpotensi sebanding dengan vitamin B12 dalam membantu mempertahankan fungsi penglihatan pada neuritis optik akut.
- Pengembangan herbal lokal juga diarahkan untuk memperkuat UMKM, memberdayakan komunitas difabel, dan meningkatkan nilai ekonomi produk berbasis potensi daerah.
RIAUCERDAS.COM, YOGYAKARTA - Penelitian yang dilakukan tim Universitas Gadjah Mada (UGM) membuka peluang baru dalam pemanfaatan tanaman herbal lokal.
Kombinasi daun pegagan (Centella asiatica) dan kencur hitam (Kaempferia galanga) dinilai berpotensi menjadi terapi pendamping bagi penderita neuritis optik atau gangguan penglihatan akibat peradangan saraf mata.
Riset tersebut dikembangkan oleh tim dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM dengan mengombinasikan potensi tanaman herbal Indonesia dan pembuktian ilmiah.
Dr. Indra Tri Mahayana, Ph.D., Sp.M., FRSPH., mengatakan penelitian berangkat dari besarnya potensi tanaman herbal lokal untuk dikembangkan menjadi produk kesehatan berbasis riset.
Menurutnya, hasil penelitian sebelumnya menunjukkan kombinasi kencur hitam dan daun pegagan memiliki prospek sebagai terapi pendamping bagi pasien neuritis optik.
"Kencur hitam merupakan salah satu tanaman herbal khas Yogyakarta yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan yang dapat menambah nilai ekonomi," jelasnya dikutip dari laman UGM, Kamis (30/7/2026).
Sementara itu, dr. Muhammad Taufiq Hidayat dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM menjelaskan bahwa penanganan utama neuritis optik akut selama ini masih mengandalkan pemberian kortikosteroid dosis tinggi.
Meski demikian, penelitian terus dilakukan untuk menemukan terapi pendamping yang memiliki efek neuroprotektif.
"Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kencur hitam dan daun pegagan berpotensi memberikan manfaat yang sebanding dengan vitamin B12 dalam membantu mempertahankan fungsi penglihatan pada pasien neuritis optik akut," terang dia.
Selain aspek kesehatan, penelitian tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan ekonomi berbasis produk herbal lokal.
Founder, Konseptor, dan Tenaga Ahli Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur sekaligus dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D., mengatakan pihaknya terus mengedukasi masyarakat agar mengonsumsi produk-produk lokal hasil UMKM.
Menurutnya, produk UMKM memiliki karakteristik dan kapasitas produksi yang berbeda dengan industri berskala besar sehingga memerlukan ekosistem pasar yang mampu mendukung pertumbuhan dan keberlanjutannya.
Rika menjelaskan, pengembangan produk herbal dari hasil penelitian tersebut tidak hanya difokuskan pada inovasi kesehatan berbasis bukti ilmiah, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pendekatan itu diharapkan mampu menciptakan rantai nilai yang memberikan manfaat bagi petani, pelaku UMKM, komunitas difabel, akademisi, pemerintah, hingga konsumen, sekaligus memperkuat posisi produk herbal lokal dalam pengembangan ekonomi kreatif dan sektor wellness berbasis potensi daerah.
"Keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya omzet namun pada konsep rezeki melalui kemampuan membangun keunikan produk, menjaga kesejahteraan para pelaku usaha, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat," tandasnya. (*)