1.121 Finalis Ikut Lomba Kompetensi Siswa Tingkat Nasional

Kemendikdasmen resmi membuka Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Jenjang Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 di Depok, Jawa Barat. Ajang ini diikuti 1.121 finalis hasil seleksi dari 9.942 pendaftar dan menjadi bagian dari pembinaan talenta menuju kompetisi tingkat ASEAN hingga dunia.

1.121 Finalis Ikut Lomba Kompetensi Siswa Tingkat Nasional
Sejumlah kontingen Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Jenjang Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 yang diselenggarakan di Depok, Jawa Barat, Senin (27/7/2026). (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • LKS Nasional 2026 diikuti 1.121 finalis hasil seleksi dari 9.942 pendaftar, meningkat 26,43 persen dibandingkan tahun lalu.
  • Kemendikdasmen menghadirkan 37 cabang lomba dan ekshibisi baru Artificial Intelligence (AI) sebagai respons terhadap perkembangan teknologi.
  • Peserta terbaik akan dibina untuk mewakili Indonesia pada ASEAN Skills Competition, WorldSkills Asia, dan WorldSkills International.

RIAUCERDAS.COM, DEPOK - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Jenjang Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Senin (27/7/2026).

Ajang ini menjadi wadah untuk menjaring sekaligus membina talenta muda Indonesia agar siap bersaing di tingkat internasional.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan LKS merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam membangun ekosistem manajemen talenta yang berkelanjutan.

Menurutnya, ajang tersebut tidak hanya bertujuan memilih juara, tetapi juga menumbuhkan budaya mutu, inovasi, profesionalisme, dan pembelajaran yang mengacu pada standar kompetensi nasional maupun internasional.

"LKS bukan sekadar perlombaan yang menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, LKS merupakan wahana untuk membangun budaya mutu, budaya inovasi, budaya kerja profesional dan budaya belajar yang berorientasi pada standar kompetensi nasional maupun internasional," terang Tatang.

Ia menambahkan, peserta terbaik nantinya akan mendapatkan pembinaan lanjutan sebagai persiapan mengikuti berbagai kompetisi internasional, seperti ASEAN Skills Competition, WorldSkills Asia, dan WorldSkills International.

"Kita berharap semakin banyak talenta Indonesia mampu mengharumkan nama bangsa di panggung dunia," paparnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono, mengungkapkan penyelenggaraan LKS 2026 mencatat peningkatan jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya.

Tahun ini, sebanyak 9.942 peserta mendaftar, meningkat 26,43 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencatat 7.741 pendaftar.

Dari jumlah tersebut, 1.121 peserta berhasil lolos ke tingkat nasional atau sekitar satu finalis dari setiap sembilan pendaftar.

LKS Dikmen 2026 mempertandingkan 37 cabang lomba serta menghadirkan satu ekshibisi baru di bidang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Pelaksanaannya menggunakan sistem hybrid, dengan 19 cabang lomba digelar secara daring, sedangkan 18 cabang lomba dan satu ekshibisi AI dilaksanakan secara luring di Jakarta dan Banten.

Selain menguji kemampuan teknis, LKS juga dirancang untuk mengembangkan keterampilan lain yang dibutuhkan di dunia kerja, seperti ketelitian, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, komunikasi, dan kolaborasi.

Kemendikdasmen menilai kehadiran ekshibisi AI menjadi bukti bahwa pendidikan harus mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Melalui bidang tersebut, peserta didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara kreatif, produktif, dan bertanggung jawab untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat.

Ajang ini juga menjadi ruang bagi peserta dari berbagai provinsi untuk saling belajar, bertukar pengalaman, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya sebelum melangkah ke kompetisi tingkat regional maupun internasional.

Penyelenggaraan LKS 2026 merupakan implementasi semangat partisipasi bersama dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

Pelaksanaan ajang ini mengacu pada Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid serta Kepmendikdasmen Nomor 16 Tahun 2026 tentang Standar Penyelenggaraan Ajang Talenta Murid. (*)