Mahasiswa Kukerta Unri Gandeng Polair Bersihkan Pantai Lapin

Mahasiswa Kukerta Universitas Riau di Desa Tanjung Punak menggandeng Polair menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Lapin setelah memberikan edukasi kebersihan lingkungan dan pelatihan mengolah sampah plastik menjadi paving block. Program ini bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi dari limbah plastik.

Mahasiswa Kukerta Unri Gandeng Polair Bersihkan Pantai Lapin
Mahasiswa Kukerta Unri menggandeng Polair menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Lapin usai pelatihan pengolahan sampah plastik. (Sumber: Kelompok Kukerta Unri Desa Tanjung Punak)

RINGKASAN BERITA:

  • Mahasiswa Kukerta Unri menggandeng Polair menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Lapin usai pelatihan pengolahan sampah plastik.
  • Warga dibekali keterampilan mengubah limbah plastik menjadi paving block yang berpotensi memiliki nilai ekonomi.
  • Kolaborasi mahasiswa, Polair, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan kawasan pesisir.

RIAUCERDAS.COM, BENGKALIS - Kolaborasi antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (Unri) dan Kepolisian Perairan dan Udara (Polair) mewarnai upaya pelestarian kawasan pesisir di Desa Tanjung Punak, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis.

Setelah memberikan pelatihan pemanfaatan sampah plastik menjadi paving block, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih di kawasan wisata Pantai Lapin bersama masyarakat.

Program tersebut diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta pelatihan pengolahan limbah plastik menjadi paving block.

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat dan pemuda setempat agar mampu memanfaatkan sampah plastik rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus lebih ramah lingkungan.

Kepala Dusun Dokoh, Mariono, berharap pelatihan tersebut dapat membuka peluang baru bagi masyarakat dalam memanfaatkan limbah plastik.

"Diharapkan karna adanya sosialisasi pembuatan paving block ini dapat membuka pemikiran masyarakat untuk membuka suatu usaha melalui pemanfaantan sampah plastik ini menjadi paving block," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari program edukasi tersebut, mahasiswa Kukerta Unri bersama jajaran Polair menggelar aksi clean-up di Pantai Lapin.

Dalam kegiatan itu, personel Polair, mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat bergotong royong membersihkan sampah plastik yang tersebar di kawasan pantai.

Koordinator Desa (Kordes) Mahasiswa Kukerta Unri Desa Tanjung Punak, Natanael mengatakan kolaborasi dengan Polair memberikan motivasi bagi mahasiswa maupun masyarakat dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir.

"Kami melaksanakan sosialisasi pengolahan sampah plastik menjadi paving block secara mandiri bersama warga, kemudian melanjutkan rangkaian kegiatan dengan aksi clean-up di Pantai Lapin yang berkolaborasi secara khusus bersama jajaran Polair. Kehadiran personel Polair di lapangan memberikan semangat besar bagi kami dan masyarakat untuk menjaga keasrian wisata pesisir Rupat Utara," ujarnya.

Kehadiran jajaran Polair dalam aksi bersih-bersih tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat.

Sinergi antara mahasiswa, aparat penegak hukum perairan, pemerintah desa, dan warga dinilai menjadi contoh kerja sama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa Kukerta Universitas Riau berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat.

Selain mendorong pemanfaatan limbah plastik menjadi produk yang bernilai ekonomi, program tersebut juga diharapkan mampu menjaga Pantai Lapin dan Desa Tanjung Punak tetap bersih, asri, dan nyaman bagi para wisatawan. (rls)