Bangun Perpustakaan Apung, Bunda Literasi Inhil Ingin Akses Bacaan Menjangkau Wilayah Pesisir

Pembangunan Perpustakaan Apung di Kabupaten Indragiri Hilir ditargetkan selesai pada 12 Agustus 2026. Program yang digagas Bunda Literasi Inhil, Hj. Katerina Susanti Herman, ini diharapkan menjadi solusi pemerataan layanan literasi bagi masyarakat di kawasan pesisir dan perairan.

Bangun Perpustakaan Apung, Bunda Literasi Inhil Ingin Akses Bacaan Menjangkau Wilayah Pesisir
Bunda Literasi Inhil, Hj. Katerina Susanti Herman menggelar rapat membahas pembangunan Perpustakaan Apung di Ruang Rapat Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Inhil, Senin (27/7/2026). (Sumber: Media Center Inhil)

RINGKASAN BERITA:

  • Perpustakaan Apung di Kabupaten Indragiri Hilir ditargetkan rampung pada 12 Agustus 2026 untuk memperluas layanan literasi di wilayah perairan.
  • Program ini digagas Bunda Literasi Inhil, Hj. Katerina Susanti Herman, sebagai solusi bagi masyarakat pesisir yang sulit mengakses perpustakaan.
  • Bupati Inhil mendukung penuh pengembangan program, sementara Dinas Perpustakaan diminta menyiapkan data potensi wilayah untuk pengembangan selanjutnya.

RIAUCERDAS.COM, INDRAGIRI HILIR - Pemerataan akses membaca bagi masyarakat di kawasan pesisir menjadi prioritas dalam pembangunan Perpustakaan Apung di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Proyek tersebut ditargetkan selesai pada 12 Agustus 2026 dan diharapkan mampu mendekatkan layanan literasi kepada warga yang tinggal di wilayah perairan.

Target penyelesaian itu dibahas dalam rapat yang dipimpin Bunda Literasi Inhil, Hj. Katerina Susanti Herman, di Ruang Rapat Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Inhil, Senin (27/7/2026).

Rapat dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah beserta jajaran, Pokja IV TP-PKK Inhil, Ketua TP-PKK Kecamatan Concong, pihak kontraktor, serta Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Inhil.

Pertemuan tersebut membahas kesiapan pelaksanaan hingga perkembangan pembangunan Perpustakaan Apung yang dirancang berukuran 2,5 meter x 12 meter.

Dalam arahannya, Hj. Katerina Susanti Herman menjelaskan bahwa pembangunan Perpustakaan Apung berangkat dari kondisi geografis Kabupaten Inhil yang didominasi wilayah sungai dan pesisir.

Menurutnya, layanan perpustakaan perlu hadir lebih dekat agar masyarakat di daerah yang sulit dijangkau tetap memiliki akses terhadap bahan bacaan.

"Saya memang menggagas perpustakaan apung ini karena Inhil memiliki banyak wilayah perairan. Dahulu saya sering menulis tentang kota terapung, sehingga muncul pemikiran mengapa potensi ini tidak dimanfaatkan untuk mendekatkan budaya literasi kepada masyarakat," terangnya.

Ia berharap program tersebut menjadi langkah awal dalam memperluas layanan literasi sehingga masyarakat di kawasan perairan memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses bacaan berkualitas.

"Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pemerataan layanan literasi, sehingga masyarakat di wilayah perairan memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh akses terhadap bahan bacaan yang berkualitas," kata dia.

Selain itu, Hj. Katerina Susanti Herman mengungkapkan bahwa Bupati Inhil H. Herman memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Perpustakaan Apung.

Untuk mendukung pengembangan program secara berkelanjutan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diminta menyiapkan data potensi wilayah sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan Perpustakaan Apung berikutnya.

Melalui program ini, Bunda Literasi berharap layanan perpustakaan dapat menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Inhil sehingga pemerataan budaya membaca dapat dirasakan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di kawasan pesisir dan perairan. (*)