Lonjakan Wisatawan Pantai Solop Picu Evaluasi Hiburan Lebaran di Indragiri Hilir

Membludaknya pengunjung Pantai Solop saat libur Lebaran 2026 mendorong evaluasi terhadap aktivitas hiburan yang dinilai melampaui batas.

Lonjakan Wisatawan Pantai Solop Picu Evaluasi Hiburan Lebaran di Indragiri Hilir
Pantai Solop di Indragiri Hilir menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi warga di momen libur lebaran 2026. (Sumber: Media Center Inhil)

RINGKASAN BERITA: 

  • Lonjakan wisatawan di Pantai Solop memicu evaluasi aktivitas hiburan.
  • Pemerintah telah mengeluarkan imbauan, namun belum sepenuhnya dipatuhi di lapangan.
  • Penataan wisata ke depan akan fokus pada konsep edukatif dan berbasis kearifan lokal.

RIAUCERDAS.COM, INDRAGIRI HILIR - Membludaknya kunjungan wisatawan ke Pantai Solop selama libur Idulfitri 1447 Hijriah memicu perhatian pemerintah daerah, terutama terkait aktivitas hiburan yang dinilai kurang terkendali di lapangan.

Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menegaskan bahwa langkah pembinaan sebenarnya telah dilakukan jauh sebelum periode libur dimulai.

Surat imbauan resmi bahkan telah disampaikan kepada seluruh pengelola destinasi wisata sejak 9 Maret 2026.

Kepala Disparporabud Inhil, Qudri Ramaputera, menyebutkan bahwa pengelola diminta menjaga ketertiban serta memastikan aktivitas hiburan tetap sesuai norma dan etika.

“Sejak awal kami sudah mengingatkan melalui surat resmi. Artinya, bukan tidak ada upaya dari pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan,” jelas Qudri dilansir dari Media Center Inhil, Rabu (25/3/2026).

Namun demikian, di lapangan masih ditemukan sejumlah kegiatan hiburan yang dinilai berlebihan dan tidak sepenuhnya mengikuti arahan yang telah diberikan.

Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi, mengingat pada tahun sebelumnya pelaksanaan wisata di lokasi yang sama berjalan lebih tertib karena pengelola mematuhi imbauan pemerintah.

“Artinya, ketika himbauan diindahkan, situasi bisa lebih kondusif. Ini yang menjadi evaluasi kita bersama ke depan,” ujarnya.

Lonjakan jumlah pengunjung turut memperumit pengawasan. Pada hari ketiga Idulfitri, jumlah wisatawan di Pantai Solop tercatat mencapai sekitar 5.000 orang.

Selain wisata pantai, destinasi religi seperti Makam Tuan Guru Sapat juga mengalami peningkatan signifikan dengan jumlah peziarah mencapai sekitar 10.000 orang selama periode libur Lebaran.

Melihat kondisi tersebut, Disparporabud berencana melakukan penataan ulang pola hiburan di destinasi wisata.

Ke depan, konsep kegiatan akan diarahkan lebih edukatif, terstruktur, serta mengedepankan nilai budaya lokal tanpa mengurangi daya tarik wisata.

Pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan aktif pengelola dan masyarakat dalam menjaga ketertiban, sehingga pengembangan sektor pariwisata dapat berjalan berkelanjutan dan tetap nyaman bagi pengunjung. (*)